SSI - Sketsa Silat Indonesia ::

May 24, 2007

Silat Tradisional bangkit

Filed under: Liputan

Definisi silat tradisional memang beragam, tapi aslinya semua aliran silat termasuk dalam kategori tradisional seperti apa yang dikatakan oleh IPSI ( Ikatan Pencak Silat Indonesia), akhirnya yang membedakan adalah bentuknya saja seperti Organisasi yang masih keluarga, dan sifatnya lebih internal belum terjamah komersialisasi.

Perkembangan silat baik tradisional maupun yang sudah menengah sampai modern pada prinsipnya harus sama-sama maju. Umumnya silat modern atau yang memiliki organisasi maju juga mengadopsi aliran silat tradisional.

Umpanya silat Persinas ASAD yang akhir-akhir ini namanya cukup melejit seantero Nusantara, jurus-jurus andalannya di ramu dari berbagai macam aliran tradisional, contohnya “Cikaret”, “Cikalong”, dan beberapa aliran silat lainnya.

Tapi ada juga silat yang awalnya tradisional setelah mendapatkan dukungan organisasi dapat berkembang dengan pesat dan akhirnya membuka diri kemasyarakat luar.

Memang perlu diakui bahwa silat tradisional umumnya terkesan tertutup, tapi jangan salah sangka kalau perkiraan kita itu ternyata salah, hal ini dibuktikan saat kami berkunjung ke salah satu daerah terciptanya aliran silat yang kita kenal saat ini, dalam acara wisata silat 2007 yang diselanggarakan oleh Komunitas sahabat silat http://www.sahabatsilat.com

Cianjur, itulan nama daerah di nusantara yang letaknya masuk Propinsi Jawa Barat, disana peserta wisata silat diterima oleh Bupati Cianjur dan umumnya masyarakat silat ( Maenpo Cianjur) aliran terkemuka disana antara lain, Cikalong, Sahbandar dan Cikaret, dan masih ada beberapa aliran lain dari turunan silat tersebut.

Perserta dapat berkenalan langsung dengan sesepuh masing-masing aliran, dan bahkan dapat berdiskusi maupun bertanya tentang cirri khas setiap aliran yaitu dengan cara nempel, atau berpasangan agar kita bisa mengetahui cirri masing-masing aliran tersebut.

Kesimpulannya setiap aliran punya cirri khas yang unik, tidak ada yang ditutupi bahkan peserta dapat merasakan kekuatan silat tradisional ini, yang uniknya lagi setiap aliran punya silsilah sejarah yang jelas, dari nama hingga lokasinya tercatat dengan rapih.

Hasil wisata silat ini bisa dibaca di situs silatindonesia yang ditulis oleh nagapasa, Ian Syamsudin dan Amal Ihsan, reportase secara Visual juga telah di tayangkan di TransTV dalan acara Jelang siang pada t anggal 20 Mei 2007 dan dikoran tempo pada tanggal yang sama.

Liputan :

http://silatindonesia.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=1&artid=203
http://silatindonesia.com/mod.php?mod=info&op=viewdisk&did=32
http://silatindonesia.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=9&artid=201

Situs lainnya :

www.wikimu.com
www.sahabatsilat.com
www.sahabatsilat.org
www.silatindonesia.com
http://silatsilat.multiply.com/
http://nagapasa.multiply.com/
http://silatbogor.multiply.com/

Dan bagi yang belum sempat baca silahakan lihat link berikut baik berita dan foto2 kegiatan. Harapan dan doa kita bersama, apa yang telah dilakukan oleh sesepuh maenpo cianjur walupun beda aliran silatnya mereka tetap bersama-sama mengembangkan silat tradisional mereka, dan kita sebagai generasi muda harus dapat berpartisipasi dalam mengembangkan budaya dalam bentuk olahraga beladiri dan seni ini kepada masyarakat Indonesia, dan sepertinya sudah tidak jamannya lagi pesilat berbangga diri dengan perguruannya semata tapi mari bersama-sama menjalin silaturahmi, terbuka untuk pencak silat Indonesia.

YK-FP2TS
Sahabat Silat members

April 16, 2007

Kerja Sama Upaya Lestarikan Silat Tradisional

Filed under: Liputan

Gelak tawa terdengar dari aula latihan terbuka di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia, Sabtu pekan lalu. Sekitar 50 orang berdiskusi sambil duduk bersila menyantap hidangan sup dan ayam goreng.

Para sepuh aliran silat tradisional yang hadir antara lain O’ong Maryono (KPS Nusantara), Babe Ali Sabeni (aliran Sabeni), Haji Aceng (Cikalong), Tb. Bambang (Cingkrik Goning), dan Bambang S. (Marguluyu Pusat).

Namun, bintang pertemuan kali ini adalah Presiden Persekutuan Pencak Silat Antar-Bangsa (Persilat) Eddie M. Nalapraya, mantan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia dan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Hari itu, Eddie bertemu dengan anak-anak muda yang tergabung dalam Komunitas Sahabat Silat. Komunitas inilah adalah nama baru dari Forum Pencinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia.

“Kami sengaja meluncurkan nama itu sebagai sarana kampanye program,” kata Sekretaris Forum Ian Samsudin.

Dalam pertemuan tersebut, Komunitas Sahabat Silat memaparkan beberapa pencapaian forum dan diakhiri dengan penampilan dokumentasi kegiatan forum selama setahun terakhir.

“Dengan dana dari kocek kami sendiri dan kerelaan untuk menyisakan waktu luang, kami nyatanya bisa mencapai hasil yang lumayan,” kata Alda Amtha, aktivis Sahabat Silat.

Pencapaian penting adalah dimuatnya tulisan tetap tentang silat tradisional di Koran Tempo pada edisi akhir pekan dan penayangan silat tradisional di program Sisi Lain di Trans TV.

Selain itu, masih ada pencapaian melalui aktivitas di mailing list silatindonesia@yahoogroups.com dan situs www.silatindonesia.com.

Yang menarik, data statistik menggambarkan aktivitas situs silat indonesia, hingga Maret, mencatat 75 artikel aktif dengan rata rata page view 790 dan hit sebesar 5.290 per hari. “Artinya ada 5.000 lebih orang yang menengok situs ini setiap hari,” kata Kiki Noviandi, salah satu aktivis Sahabat Silat.

Ini adalah data statistik yang sangat baik untuk sebuah situs, khususnya silat. Tak mengherankan jika google.com memberi satu bintang kepada situs ini dengan status cool site alias situs yang oke.

“Dalam jangka waktu dekat kami akan mengusahakan situs bilingual sehingga bisa diakses dalam bahasa Inggris,” katanya.

Eddie sendiri mengaku terkejut akan aktivitas Komunitas Sahabat Silat dan mengungkapkan rasa bangganya pada semua kiprah yang telah dilakukan.

Secara spontan Eddie menyatakan seolah-olah mendapatkan suntikan darah segar. “Saya merasa tidak lagi sendiri dalam usaha mengembangkan pencak silat di Tanah Air.”

Tidak mengherankan bila Eddie langsung bersedia untuk diangkat menjadi penasihat forum. Selain itu, ia juga meminta Sahabat Silat memfasilitasi beberapa kegiatan Persilat dalam mengangkat aspek seni pencak silat, seperti rencana penyelenggaraan acara Kontes Pendekar Indonesia di TVRI.

Oleh : AMAL IHSAN ( Koran Tempo)
Edisi : Minggu, 15 April 2007

February 6, 2007

Catatan Banjir di Jakarta

Filed under: Liputan

Bila menyaksikan kawan2 kita yg kena banjir, terutama kaum lansia dan balita mereka harus tidur di tenda2 yang atapnya bocor plus angin malam yang dingin, apalagi susu dan makanan khusus balita tentunya sangat terbatas mungkin malah tidak ada. bikin hati ini bergedik dan ingin segera merogoh kocek untuk mereka.

dalam kesempatan ini terbesit juga bila suatu hari kelak silat dan forum FP2TS besar dan punya yayasan yang cukup kuat, mohon kiranya ada sedikit bahkan mungkin ada kegiatan yang sifatnya sosial, mungkin forum ini lebih clear (tulus) krn bendera yang dipakai bukanlah bendera partai ataupun lembaga yang mencari simpati.

Masih teringat dengan cerita mas Udin Rudi yang mengajar pramuka, kegiatan ini adalah plus banget, mengapa karena sebagai kegiatan pandu pramuka sudah terbukti di beberapa tahun silam mampu menjadi garda depan dalam masalah seperti ini.

karena keterpurukannya dan jg matinya kepopuleraanya menyebabkan kegiatan pandu indonesia ini menghilang dari peredarannya, padahal masyarakat luas membutuhkan mereka. mengapa? ya karena bukan berasal dari organisasi yang bertujuan politik dan keagamaan sekali lagi mereka clear. bukan berarti yang politik ada maunya looh, toh siapapun di bumi ini boleh berniat baik bahkan di anjurkan oleh agama manapun.

masih terbayang bagaimana bila bayi2 itu adalah anak2 kita…, pasti hati ini akan merintih…, mungkin dan doakan forum ini menjadi sebuah komunitas pencak silat terbesar di Indonesia yang dipenuhi oleh orang2 yang idealis dan berlandaskan kecintaan kepada budaya, masyarakat dan agamanya masing-masing, bisa bersatu menuju kemajuan bersama.

Sekali lagi buat teman2 yang rumahnya terendam banjir semoga tabah…, dan tetap semangat (yanweka mode On).

salam hormat kami
Silatbogor Team

January 30, 2007

Diskusi Cikalong dan AIKIDO - FP2TS

Filed under: Liputan


Jum’at 26 Januari 2006, Forum pencinta pencak silat tradisional mengadakan diskusi internal Yang rencananya akan diadakan secara regular sebulan sekali. pada bulan januari ini dipilih topik diskusi teknik tentang Aikido dan silat cikalong. Dari mulai acara telah berkumpul teman teman dari Aikido dan Anggota forum FPPST beserta teman teman dari perguruan silat cikalong pancer bumi.

Masing masing aliran baik cikalong maupun Aikido menjelaskan tentang
histori dari masing masing Aliran. dari Aikido menjelaskan bagaimana
kronologis aliran ini diciptakan oleh sensai Murei Useba, sedangkan
dari cikalong di jelaskan juga tentang bagaimana aliran cikalong ini
di ciptakan dan di sebarkan oleh H. Ibrahim di cikalong. meski
namanya adalah cikalong, jurus jurus cikalong bukan jurus kalong
apalagi batman tetapi cikalong adalah nama tempat di cianjur dimana
Aliran ini di ciptakan oleh H. Ibrahim.

Sampailah pada saat diskusi teknik, meski kedua aliran terkesan
menyembunyikan diri dan enggan untuk menunjukkan jurus jurus
dasyatnya, pada akhirnya praktek teknik pun tidak bisa di elakkan.
dimulai dengan prinsip jurus dari aiki yang mengedepankan teknik
tenaga kosong (dimana kita berusaha menyatu dengan lawan) kemudian
dilanjutkan oleh cikalong yang menunjukkan teknik tenaga Isi – Kosong
dan tenaga setengah.

Masalah teknik menyalurkan tenaga ini juga menjadi topik hangat dalam
diskusi, sehingga pada akhir sessi ini semua peserta berkesimpulan
bahwa secara perinsip antara Aikido dan pencak silat cikalong
memiliki kesamaan dalam teknik melatih rasa /Insting termasuk
pengaturan tenaga.

Pak Azis dari cikalong pancer bumi mengatakan bahwa ada kesamaan
dalam teknik yang diperagakan oleh Aikido,sehingga ketika di coba
menggunakan teknik silat cikalong pada salah seorang anggauta aikido,
yang bersangkutan mengakui adanya kesamaan dalam teknik mengontrol
dan menjatuhkan lawan oleh silat cikalong dengan aikido.
Sensai Imanul Hakim dari Akido pun mengakui hal ini, meski memang
secara latar belakang budaya silat dan aiki berbeda tetapi falsafah
dan perinsip tenaga memiliki kesamaan sehingga beliau pun mengatakan
seadainya dulu tahu ada silat seperti ini dia tidak perlu belajar
jauh jauh ilmu dari jepang sana.

Hanya saja tuturnya kesulitannya adalah karena aliran silat
tradisional sangat tertutup dan sukar untuk di temu di masyarakat
kita sehingga perlu mencari kedesa desa kekampung kampung sampai
keluar masuk gang kecil. padahal dari sisi kualitas ilmu dan perinsip
tidak kalah dengan beladiri manca negara seperti Aikido ini.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, akhirnya semua
peserta diskusi khususnya dari teman teman team Aikido mengundurkan
diri. meski demikian teman teman dari FPPST masih penasaran dan tetap
berdiskusi bersama teman teman dari silat cikalong sampai pagi dan
tak terasa waktupun sudah menunjukkan pukul 3 pagi. akhirnya semua
pamit dan kembali dengan senyum puas sekaligus bangga pada budaya
bangsa ini.

Wassalam
Penulis Kiki
anggota Milis SilatBOGOR

January 22, 2007

Malaysia Jadikan Silat

Filed under: Liputan

Jakarta, Kompas – Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia atau Pesaka menjadikan pencak silat sebagai olahraga negara mereka yang sudah tertuang dalam Garis Besar Haluan Negara Malaysia.

Sebagai langkah selanjutnya, tegas Presiden Pesaka Datuk Sri Utama Mohamad bin Haji Hasan yang ditemui di ruang VIP Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (14/1) petang, Pesaka dan Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) akan mempersiapkan kurikulum pencak silat yang kelak akan diajarkan mulai dari siswa di tingkat sekolah dasar hingga ke perguruan tinggi.

Selain Presiden Pesaka, tampak Presiden Persilat Eddie Marzuki Nalapraya yang ikut mengantar rombongan Pesaka yang akan kembali ke Malaysia.

“Kami berharap dalam dua tiga bulan ke depan Pesaka dan Persilat mampu membahas dan menentukan kurikulum pencak silat yang baku dan bisa dipergunakan di mana pun. Kemudian pada bulan Juni mendatang, pada awal tahun ajaran baru, saya berharap semua sekolah dan perguruan tinggi di Malaysia sudah memiliki pelajaran seni pencak silat,” tutur Datuk Sri Utama Mohamad bin Haji Hasan yang juga Menteri Besar Negeri Sembilan.

Masuknya seni bela diri pencak silat dalam Garis Besar Haluan Negara Malaysia, serta dijadikannya seni bela diri pencak silat sebagai salah satu pelajaran wajib mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi, karena satu hal penting. Menurut Mohamad, semua petinggi di Malaysia sadar bahwa hanya seni bela diri pencak silatlah satu-satunya warisan budaya Melayu.

Melestarikan

“Siapa lagi yang harus melestarikannya, selain kita. Orang Asia sendiri, baik itu mereka yang berada di Malaysia, Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, maupun di negara Asia lainnya,” kata Mohamad dari Perguruan Gayung.

Lebih-lebih, kata Mohamad, dalam arus globalisasi, di mana banyak ragam olahraga, termasuk bela dari, dari negara lain banyak yang masuk. “Tentu sebagai rumpun yang besar, kita tidak boleh hanya menerima, tetapi kita juga harus mampu mengekspor kekayaan seni budaya bela diri kita sendiri,” katanya. (NIC)

Pencak Silat Berkembang Pesat di Inggris, tetapi Merisaukan

Filed under: Liputan

London, Kompas – Pencak silat prestasi dan pencak silat seni (tradisi) asal Indonesia sejak satu dasawarsa terakhir berkembang pesat di Inggris. Namun, di balik perkembangan itu timbul kerisauan karena sebagian besar guru silatnya bukanlah seorang pendekar, melainkan orang-orang asing yang baru belajar satu-dua bulan.

“Padahal, untuk menjadi seorang pendekar, guru besar pencak silat butuh belajar bertahun-tahun, tak mungkin bisa satu-dua bulan. Kesannya di mata dunia luar, ilmu bela diri asli Indonesia itu tak berarti apa-apa,” kata Presiden Pencak Silat Federation of United Kingdom Aidinal Alrashid kepada wartawan Kompas Yurnaldi di London, Inggris, baru-baru ini.

Ia mengatakan, besarnya minat orang asing untuk belajar pencak silat adalah sesuatu yang membanggakan. Sebab, di situ akan muncul pemahaman budaya Indonesia, yang untuk jangka panjang akan berdampak dalam rangka mempererat hubungan kebudayaan kedua negara, Indonesia dan Inggris. Setidaknya, ke depan akan banyak orang asing yang mencintai Indonesia.

Menurut Aidinal yang juga pendekar silat asal Bugis Makassar ini, pencak silat yang berkembang di Inggris terutama pencak silat asal Bugis dan Minangkabau.

Ia berharap ke depan orang-orang asing yang layak menjadi guru di luar itu harus memiliki semacam sertifikat yang dikeluarkan oleh organisasi persilatan di Indonesia. Kalau di Minangkabau, misalnya, ada Perhimpunan Aliran Silat Tradisional (Pasti) Minangkabau.

“Karena tidak bersertifikat, para pelatih atau guru pencak silat asing bisa saja melakukan gerakan-gerakan sembarangan tanpa melihat filosofinya. Artinya, gerakan asli dari pencak silat Indonesia itu lama-kelamaan bisa hambar dan pudar, atau dicampurbaurkan dengan gerakan lain. Ini mencemaskan kita, orang Indonesia,” papar Aidinal, yang juga satu-satunya orang Indonesia yang bekerja di British Council dengan jabatan sekarang visits manager.

Atau bisa juga pendekar silat Indonesia membuka semacam cabang perguruan di Inggris, memberikan pelatihan langsung dan mempersiapkan calon-calon pendekar baru, yang mampu menularkan ilmunya kepada murid-muridnya kelak.

Hal ini, menurut Aidinal, selain menumbuhkan kebanggaan di kalangan anak murid, juga membuat ia semakin mencintai budaya Indonesia.

Ia melukiskan, di Inggris pencak silat asal Indonesia menjadi salah satu lahan bisnis yang menggiurkan karena peminatnya relatif banyak. Persoalannya itu tadi, guru silatnya adalah orang asing yang belum profesional dan belum mendapat tempaan yang memadai dari pendekar-pendekar Indonesia.

Kejuaraan silat

Pada bagian lain, Aidinal mengatakan, tanggal 11-13 Juni 2004 pihaknya akan menggelar kejuaraan pencak silat se-Asia dan Eropa dengan label “United Kingdom International Championship” di Kensington, London.

Sejumlah negara yang diundang sudah memastikan keikutsertaannya, antara lain Indonesia, Singapura, Malaysia, Belanda, Perancis, Jerman, dan Swiss, di samping tuan rumah Inggris.

“Kejuaraan pencak silat se-Asia dan Eropa ini adalah untuk yang pertama kalinya dan ternyata sangat direspons oleh berbagai perguruan pencak silat di berbagai negara,” katanya.

Untuk memeriahkan kejuaraan, panitia akan mendatangkan tim atraksi dari Indonesia. Tim ini diharapkan dapat memperlihatkan keterampilan gerak yang memukau, yang mungkin gerakan itu belum diketahui dan dikuasai pesilat asing yang belajar silat di berbagai negara.

Kejuaraan pencak silat ini akan memperebutkan Piala Bergilir Eddy Nalapraya dan Piala Duta Besar Indonesia untuk Inggris.*

Tujuh Perguruan Berkembang di Perancis

Filed under: Liputan

Paris, Kompas – Sejak terbentuknya Asosiasi Pencak Silat Perancis atau AFPS tahun 1994 sudah ada tujuh perguruan pencak silat baik dari Indonesia maupun Malaysia yang berkembang dengan pesat di beberapa kota di Perancis.

“Ada beberapa jenis cabang yang menjadi pesaing ketat dalam usaha pengembangan pencak silat di Perancis, yaitu sepak bola dan karate,” kata Presiden Asosiasi Pencak Silat Perancis Eric Chatelier, Rabu (12/7) waktu setempat.

Namun, dia mengakui ketujuh perguruan yang berkembang di antaranya adalah Beringin Sakti, Cimande Terumbu, Pamur Kombinasi Tjimande, Persaudaraan Setia Hati, Setia Hati Terate semuanya dari Indonesia, dan Silat Seni Gayong dari Malaysia.

Pamur Kombinasi Tjimande yang berkembang lambat, tetapi pasti di Kota Bordeaux di selatan Perancis. Atau Silat Seni Gayong yang berada di Lille dan Bondues di bagian utara Perancis. Sedangkan untuk Persaudaraan Setia Hati dan Setia Hati Terate selain berkembang pesat di Paris juga ada di Ivry sur Seine, Aix en Provence, Marsac sur 1’Isle dan di Savigny sur Orge.

Menyinggung kesulitan pengembangan pencak silat di Perancis, Eric mengatakan, kurangnya pengetahuan masyarakat Perancis tentang Indonesia. “Bila seseorang ingin belajar pencak silat secara tidak langsung ia juga akan belajar budaya Indonesia. Yang pertama kali itu jelas bahasanya,” kata Eric.

Akan tetapi, lanjut Eric, untung ada peluang dengan dikenalnya Festival Seni Bela Diri yang diadakan majalah Karate Bushido setiap tahun di Bercy, Paris. “Pencak silat sudah mendapat tempat khusus untuk mengisinya,” ungkap Eric. Melalui festival seni bela diri itu, pencak silat ikut jadi liputan televisi.

“Lewat media inilah pencak silat perlahan-lahan dapat dikenal. Selain itu, kami masih mengharap adanya bantuan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Perancis untuk memperkenalkan pencak silat yang menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia,” katanya.

Bersamaan dengan kedatangan tim seni Persilat mengisi Festival Seni Bela Diri di Bercy, Asosiasi Pencak Silat Perancis juga mengadakan Kejuaraan Pencak Silat yang pesertanya pesilat terbaik di Eropa. Makanya disebut best of the best Pencak Silat. (NIC)

Pencak Silat Bisa Jadi Cabang Tradisional

Filed under: Liputan

Jakarta, Kompas – Sebagai cabang olahraga bela diri tradisional Nusantara, pencak silat bakal disiapkan untuk menjadi cabang tradisional yang dipertandingkan di Olimpiade 2012, di mana Inggris akan menjadi tuan rumah pesta olahraga masyarakat mondial itu.

Hal tersebut dijelaskan Rachmat Gobel, Ketua Harian Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), saat membahas tentang evaluasi keikutsertaan kontingen Indonesia ke Kejuaraan Internasional Pencak Silat Kerajaan Inggris Raya (UK Pencak Silat International Championships) 2006 yang berlangsung 7-9 Juli lalu.

Menurut Rachmat, yang juga Ketua Harian Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), kemungkinan pencak silat dijadikan sebagai salah satu cabang olahraga tradisional yang dipertandingkan di Olimpiade 2012 itu akan disampaikan Ketua Bidang Hubungan Asia Timur Jauh IOC Kerajaan Inggris Raya Stefan Koseiuszko.

Memang, sebagai negara asal seni bela diri tradisional tersebut, Indonesia tidak dapat berharap banyak pencak silat dipertandingkan di arena Olimpiade. “Tetapi, tawaran tersebut harus kita hadapi dengan kesiapan yang lebih mantap lagi, terutama dalam upaya menyebarluaskan seni bela diri tradisional bangsa kita di berbagai penjuru dunia,” kata putra mantan raja radio di Indonesia, Gobel, itu.

Sebab, kalau untuk Eropa Barat tampaknya perkembangan pencak silat sudah sangat menggembirakan, mengingat hampir semua negara Eropa Barat ada federasinya masing-masing. “Dalam waktu dekat Italia akan menyusul menjadi anggota muda Persilat. Begitu juga dengan negara-negara Skandinavia,” katanya.

Di negara-negara Eropa Timur pencak silat juga kini sudah mulai berkembang sekalipun masih lamban. Di Eropa Timur baru Rusia dan Azerbaijan yang juga sudah mengikutsertakan pesilat mereka dalam beberapa kejuaraan yang diadakan di negara-negara Eropa Barat.

Yang terasa masih lambat justru di negara-negara Asia dan Timur Tengah. “Memang sudah ada Jepang, India, dan Nepal untuk Asia, tapi khusus untuk Timur Tengah saya rasa akan jauh lebih efektif bila pengembangan pencak silat di sana dimulai dari Eropa sini,” ujar Rachmat.

Sebab, tambah Ketua Harian Persilat, kalau seni bela diri tradisional Indonesia ini berkembang subur di Eropa, pencak silat akan sangat mudah untuk dikembangkan di daerah Timur Tengah. “Mengingat di Eropa jumlah perantau dari Timur Tengah-nya cukup dominan,” katanya.

Tentu sebelum menjadi cabang olahraga bela diri tradisional yang dipertandingkan di gelanggang Olimpiade 2012 nanti, tambah Rachmat, Persilat jelas akan berusaha agar pencak silat dapat menjadi cabang yang dipertandingkan di Asian Games.

“Sekalipun di Asian Games Doha 2006 nanti pencak silat pasti tidak akan menjadi cabang ekshibisi,” ujar Rustandi Effendi, Humas Persilat. (NIC)
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0607/28/or/2840253.htm

Malaysia Harus Berikan Sesuatu Yang Khas

Filed under: Liputan

Laporan Wartawan Kompas Cornelius Helmy Herlambang

BANDUNG, KOMPAS—Pengurus Daerah Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia Jawa Barat menginginkan Malaysia memberikan sesuatu yang khas dan tidak menjiplak. Apabila tidak, kemungkinan besar yang terjadi hanya tindakan plagiat dan merugikan olahraga silat di daerah lain.

Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (Pesaka), sebelumnya menjadikan silat sebagai olahraga negara. Hal itu tertuang dalam Garis Besar Haluan Negara. Menurut Presiden Pesaka Datuk Sri Utama Mohammad bin Haji Hasan mengatakan semua petinggi di Malaysia sadar pencak silat satu-satunya warisan budaya Melayu.

Menurut Ketua Umum IPSI Jabar Setia Hidayat, Senin (15/1), tidak keberatan bila ada niat seperti itu dari Malaysia. Namun, dalam perjalanannya harus dilihat apakah asli Malaysia atau hanya sekedar menjiplak. Bila ada sesuatu yang khas dan baru ditawarkan tentu tidak ada keberatan dari kalangan pencak silat sendiri.

Selain itu, Setia mengatakan, tindakan itu terbilang sangat berani. Di satu sisi hal itu baik bagi perkembangan dan penjagaan nilai luhur atau tatanan tertentu. Namun, di sisi lain bisa merugikan bila ternyata hanya sekedar meniru. Apalagi berdasarkan pengetahuannya, silat di Malaysia sangat mirip dengan silat Sumatera Barat dan Riau.

December 16, 2006

Close

Filed under: Sketsa, Profile, Liputan

Close
Disana aku melihat tangisan guru-gurumu…,
Jurus itu bukan untukmu….
Ilmu itu bukan juga untuk dirimu….
Bangsamu menunggu…
dan medali kebangganmupun hanya berarti bagimu…bukan untuk negerimu
Negerimu memanggil Nak…,
Ajari adik-adikmu menjadi Juara…
Bukan untuk mendapat medali…
tapi menjadi Juara sejati…
Apakah itu mimpi…
Tentu itu mimpi…..
Bila medalipun masih terkalungi dileher egomu

November 13, 2006

Silat tampil di Koran tempo dan TransTV

Filed under: Liputan

Beladiri pencak silat pada akhir-akhir ini kurang mendapatkan perhatian dari media seperti koran, majalah dan televise, jadi wajar bila kerinduan akan olahraga beladiri asli dari Tanah Air ini menjadi sorotan media yang peka terhadap kelangsungan pelestarian olahraga tradisional yang kian tenggelam oleh ragam beladiri import yang lebih diminati karena mendapatkan publikasi dan peminat dari kalangan muda pada umumnya, lalu apakah media yang peduli dan peka ini akan diam saja? Nyatanya tidak mesih terdapat media yang berusaha mengangkat pencak silat dari sisi lain yang berbeda dari biasanya.

Adalah Harian “Koran Tempo” yang sejak awal bulan Oktober 2006 secara rutin setiap hari sabtu menampilkan aliran silat tradisional baik dari betawi dan Jawa Barat, seperti silat Sabeni, Cingkrik Goning, Cikolang, dan rencanannya masih ada puluhan perguruan yang akan diangkat oleh Koran tempo setiap hari sabtu di kolom olahraga.

Hal ini sepatutnya mendapatkan pujian karena sejak lama media seperti halnya koran banyak yang melupakan olahraga tradisional kita ini, padahal bila mereka mau hal ini menjadi mudah, apalagi sumber informasi tersebut dapat ditemukan oleh lembaga resmi seperti IPSI ataupun melalui komunitas pencak silat di Indonesia yang tersebar diseluruh pelosok Nusantara. Setidak tidaknya image pencak silat harus baik dan mendapatkan tempat dihati masyarakat luas untuk mengenai pencak silat dari masing-masing keunikan dan keistimewaan yang dikandungnya.

Mengangkat pencak silat ke media seperti televise juga telah dilakukan oleh Mas Aryanav dan team TransTV yang berusaha keras agar silat menjadi salah satu tontonan menarik bagi keluarga, apalagi pencak silat telah lama dikenal sebagai olahraga yang cukup memasyarakat sejak dahulu dan sayangnya image “kampungan” yang penuh mistis masih menempel setia, wajarlah bila silat kian hari kian terlupakan oleh generasi muda yang memang membutuhkan olahraga yang menantang dan modern.

Padahal menurut aryanav bahwa silat juga bisa diikuti oleh anak sekolah dasar hingga orang tua. Oleh sebab itu melalui TransTV di acara “Sisi Lain” yang rencananya akan ditanyangkan pada tanggal 15 November jam 14.00 WIB, akan mengangkat sekelumit kegiatan pesilat cilik hingga pesilat tua, kita berdoa dan berharap agar lebih banyak lagi pencak silat di angkat oleh media.

Team Liputan
Milis Silatbogor & FPPST
www.silatindonesia.com

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main