SSI - Sketsa Silat Indonesia ::

May 24, 2007

Silat Tradisional bangkit

Filed under: Liputan

Definisi silat tradisional memang beragam, tapi aslinya semua aliran silat termasuk dalam kategori tradisional seperti apa yang dikatakan oleh IPSI ( Ikatan Pencak Silat Indonesia), akhirnya yang membedakan adalah bentuknya saja seperti Organisasi yang masih keluarga, dan sifatnya lebih internal belum terjamah komersialisasi.

Perkembangan silat baik tradisional maupun yang sudah menengah sampai modern pada prinsipnya harus sama-sama maju. Umumnya silat modern atau yang memiliki organisasi maju juga mengadopsi aliran silat tradisional.

Umpanya silat Persinas ASAD yang akhir-akhir ini namanya cukup melejit seantero Nusantara, jurus-jurus andalannya di ramu dari berbagai macam aliran tradisional, contohnya “Cikaret”, “Cikalong”, dan beberapa aliran silat lainnya.

Tapi ada juga silat yang awalnya tradisional setelah mendapatkan dukungan organisasi dapat berkembang dengan pesat dan akhirnya membuka diri kemasyarakat luar.

Memang perlu diakui bahwa silat tradisional umumnya terkesan tertutup, tapi jangan salah sangka kalau perkiraan kita itu ternyata salah, hal ini dibuktikan saat kami berkunjung ke salah satu daerah terciptanya aliran silat yang kita kenal saat ini, dalam acara wisata silat 2007 yang diselanggarakan oleh Komunitas sahabat silat http://www.sahabatsilat.com

Cianjur, itulan nama daerah di nusantara yang letaknya masuk Propinsi Jawa Barat, disana peserta wisata silat diterima oleh Bupati Cianjur dan umumnya masyarakat silat ( Maenpo Cianjur) aliran terkemuka disana antara lain, Cikalong, Sahbandar dan Cikaret, dan masih ada beberapa aliran lain dari turunan silat tersebut.

Perserta dapat berkenalan langsung dengan sesepuh masing-masing aliran, dan bahkan dapat berdiskusi maupun bertanya tentang cirri khas setiap aliran yaitu dengan cara nempel, atau berpasangan agar kita bisa mengetahui cirri masing-masing aliran tersebut.

Kesimpulannya setiap aliran punya cirri khas yang unik, tidak ada yang ditutupi bahkan peserta dapat merasakan kekuatan silat tradisional ini, yang uniknya lagi setiap aliran punya silsilah sejarah yang jelas, dari nama hingga lokasinya tercatat dengan rapih.

Hasil wisata silat ini bisa dibaca di situs silatindonesia yang ditulis oleh nagapasa, Ian Syamsudin dan Amal Ihsan, reportase secara Visual juga telah di tayangkan di TransTV dalan acara Jelang siang pada t anggal 20 Mei 2007 dan dikoran tempo pada tanggal yang sama.

Liputan :

http://silatindonesia.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=1&artid=203
http://silatindonesia.com/mod.php?mod=info&op=viewdisk&did=32
http://silatindonesia.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=9&artid=201

Situs lainnya :

www.wikimu.com
www.sahabatsilat.com
www.sahabatsilat.org
www.silatindonesia.com
http://silatsilat.multiply.com/
http://nagapasa.multiply.com/
http://silatbogor.multiply.com/

Dan bagi yang belum sempat baca silahakan lihat link berikut baik berita dan foto2 kegiatan. Harapan dan doa kita bersama, apa yang telah dilakukan oleh sesepuh maenpo cianjur walupun beda aliran silatnya mereka tetap bersama-sama mengembangkan silat tradisional mereka, dan kita sebagai generasi muda harus dapat berpartisipasi dalam mengembangkan budaya dalam bentuk olahraga beladiri dan seni ini kepada masyarakat Indonesia, dan sepertinya sudah tidak jamannya lagi pesilat berbangga diri dengan perguruannya semata tapi mari bersama-sama menjalin silaturahmi, terbuka untuk pencak silat Indonesia.

YK-FP2TS
Sahabat Silat members

May 2, 2007

Situs Forum Diskusi Komunitas pencak silat Indonesia

Filed under: Sketsa

Situs Forum Diskusi Komunitas pencak silat Indonesia 

Kalau dipikir-pikir berapa banyak sih pesilat di Indonesia, dan berapa pula yang aktif di Internet sehingga di perlukannya web forum khusus pencak silat. Jawabnya adalah tidaklah terlalu banyak pesilat yang aktif di dunia maya, itupun dalam jumlah yang belum fantastis. Seperti Milis dan juga forum diskusi, memang lebih ramai oleh pesilat asing, mengapa? Silahkan jawab sendiri.

Tapi sepertinya usaha komunitas pencak silat yang bernaung di bawah bendera silatindinesia.com ( silatindonesia network) berserta jajaran Forum Pecinta Pelestari Silat Tradisional (FP2TS) atau “sahabat silat” tetap bersemangat membuka wahana dunia Silat di jalur maya.

Tidak sedikit yang meragukan mereka, tapi keraguan ini sudah mulai terjawab, dengan pembuktian komitment mereka dalam dunia maya maupun dalam kegiatan hariannya. Tidak ada fanatic ke perguruan tertentu menyebabkan anggota komunitas ini selalu terbuka dengan hal-hal baru disekitar mereka. Karena dengan bekomunitas identitas perguruan yang pernah mereka ikuti juga tidak akan luntur bahkan mungkin akan semakin bertambah wawasannya.

Sayangnya banyak kawan-kawan pesilat yang belum menyadari arti pentingnya berkomunitas dalam artian bergaul di luar lingkungan perguruannya, sehingga konsep pemikiran sebagain pesilat masih tertuju pada loyalitas perguruan, padahal kalau mau jujur dan berpikir terbuka, akan banyak kegiatan yang dapat dilakukan bersama dan akan menguntungkan semua pihak, dan ini juga tidakakan mengurangi sikap loyal kepada perguruan dimana ia berasal.

Tapi bagaimanapun juga kita tetap menghargai mereka yang masih menutup diri (bukan perguruan yang menutup diri, tapi dirinya sendiri yang tertutup dengan alasan loyalitas perguruannya tadi) dalam bincang-bincang dengan orang nomor satu di jajaran IPSI dan PERSILAT juga di akui bahwa pesilat di Indonesia umumnya kurang begitu peduli dengan silat lainnya, pada umumnya akan begitu fanatic dengan perguruannya.

Hal inilah salah satu penyebab silat di Indonesia kurang begitu berkembang, satu sama lain, tidak saling membantu apalagi bersilaturahmi padahal kalau di selidiki hampir semua aliran silat dahulunya bersaudara ( satu rumpun) sebut saja silat cimande, Cikalong, Sabandar, karimadi, cikaret, silek toa, dan masih banyak aliran lainnya yang berasal dari rumpun Nusantara.

Mengapa kita harus berdiri sendiri, mengapa kita harus membusungkan dada, mengapa sulitnya bergaul dengan perguruan lainnya, kalau asal-usulnya perguruan tersebut adalah satu rumpun, atau takut rahasinya terbongkar? atau ilmunya di curi? atau dan atau lainnya. Banyak juga yang salah kaprah dengan silat tradisional yang kesannya tertutup, nyatanya umumnya mereka terbuka, ini dibuktikan dengan hasil pertemuan-pertemuan dengan pewaris silat dari betawi, sebut saja, silat Sabeni, Silat Cingrik, silat Paseban, dan masih banyak lainnya. Kalau saja pewarisnya saja terbuka kenapa yang sudah menjadi organisasi (perguruan) kesannya lebih menutup diri ?, ada apa dengan perguruan silat di Indonesia.

Oleh sebab itu dibutuhkan saluran komunikasi yang jujur, terbuka dan saling menguntungkan, melalui media online salah satunya, dimana seorang pesilat dapat berinteraksi dengan pesilat lainnya, bertukar informasi yang berguna dan saling mendukung satu sama lainnya. Apalagi sekarang jamannya globalisasi jadi apapun, dimanapun informasi begitu cepatnya. Dimana beladiri lain telah berlari kencang didukung oleh organisasi dan anggota-anggotanya, perguruasn silat kita malah sibuk menutup diri dan tidak mau bergaul. Melalui media Forum Diskusi dibuka seluas-luasnya aliran informasi yang masuk, yang dapat dicerna oleh semua orang dan harapannya informasi tersebut menjadi bagian silaturahmi yang memperkuat jatidiri pencak silat, karena para pecintanya begitu peduli dan bangga dengan seni beladiri bangsanya.

Yang tidak kalah pentingnya ternyata banyak simpati dari pengemar beladiri lain yang mendukung Komunitas Online ini, karena selama ini banyak yang tidak tahu apa sesungguhnya pencak silat itu sebenarnya, apakah ilmu klenik semata atau ada Intan dan berlian di dalam pencak silat yang tidak diketahui.

Akhir kata, mohon maaf bila tulisan ini agak menggurui, ini hanyalah konsep semata dimana kita sebagai pesilat yang mencintai pencak silat, agar dapat membuka diri kita masing-masing, tujuannya agar pesilat dapat duduk manis bersama-sama dan melakukan kegiatan yang bermanfaat, karena pendekar sejati tidak hanya dikenal di lingkungan dimana dia lahir, tapi bagaimana seorang pendekar mampu mengamalkan ilmunya untuk masyarakat banyak. Amin

Penulis : Yk, adalah anggota Komunitas pencak silat Indonesia

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main