Kerja Sama Upaya Lestarikan Silat Tradisional
Gelak tawa terdengar dari aula latihan terbuka di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia, Sabtu pekan lalu. Sekitar 50 orang berdiskusi sambil duduk bersila menyantap hidangan sup dan ayam goreng.
Para sepuh aliran silat tradisional yang hadir antara lain O’ong Maryono (KPS Nusantara), Babe Ali Sabeni (aliran Sabeni), Haji Aceng (Cikalong), Tb. Bambang (Cingkrik Goning), dan Bambang S. (Marguluyu Pusat).
Namun, bintang pertemuan kali ini adalah Presiden Persekutuan Pencak Silat Antar-Bangsa (Persilat) Eddie M. Nalapraya, mantan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia dan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Hari itu, Eddie bertemu dengan anak-anak muda yang tergabung dalam Komunitas Sahabat Silat. Komunitas inilah adalah nama baru dari Forum Pencinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia.
“Kami sengaja meluncurkan nama itu sebagai sarana kampanye program,” kata Sekretaris Forum Ian Samsudin.
Dalam pertemuan tersebut, Komunitas Sahabat Silat memaparkan beberapa pencapaian forum dan diakhiri dengan penampilan dokumentasi kegiatan forum selama setahun terakhir.
“Dengan dana dari kocek kami sendiri dan kerelaan untuk menyisakan waktu luang, kami nyatanya bisa mencapai hasil yang lumayan,” kata Alda Amtha, aktivis Sahabat Silat.
Pencapaian penting adalah dimuatnya tulisan tetap tentang silat tradisional di Koran Tempo pada edisi akhir pekan dan penayangan silat tradisional di program Sisi Lain di Trans TV.
Selain itu, masih ada pencapaian melalui aktivitas di mailing list silatindonesia@yahoogroups.com dan situs www.silatindonesia.com.
Yang menarik, data statistik menggambarkan aktivitas situs silat indonesia, hingga Maret, mencatat 75 artikel aktif dengan rata rata page view 790 dan hit sebesar 5.290 per hari. “Artinya ada 5.000 lebih orang yang menengok situs ini setiap hari,” kata Kiki Noviandi, salah satu aktivis Sahabat Silat.
Ini adalah data statistik yang sangat baik untuk sebuah situs, khususnya silat. Tak mengherankan jika google.com memberi satu bintang kepada situs ini dengan status cool site alias situs yang oke.
“Dalam jangka waktu dekat kami akan mengusahakan situs bilingual sehingga bisa diakses dalam bahasa Inggris,” katanya.
Eddie sendiri mengaku terkejut akan aktivitas Komunitas Sahabat Silat dan mengungkapkan rasa bangganya pada semua kiprah yang telah dilakukan.
Secara spontan Eddie menyatakan seolah-olah mendapatkan suntikan darah segar. “Saya merasa tidak lagi sendiri dalam usaha mengembangkan pencak silat di Tanah Air.”
Tidak mengherankan bila Eddie langsung bersedia untuk diangkat menjadi penasihat forum. Selain itu, ia juga meminta Sahabat Silat memfasilitasi beberapa kegiatan Persilat dalam mengangkat aspek seni pencak silat, seperti rencana penyelenggaraan acara Kontes Pendekar Indonesia di TVRI.
Oleh : AMAL IHSAN ( Koran Tempo)
Edisi : Minggu, 15 April 2007

punteun bade tumaros, insya allah saya akan mengembangkan PPS Medal Sari di SMP Jakarta Islamic Boy Boarding school,adakah buku program pengajaran dari IPSI?
Comment by aldi — January 14, 2009 @ 2:39 am