SSI - Sketsa Silat Indonesia ::

March 5, 2007

Milis Silaturahmi pesilat Indonesia

Filed under: Sketsa

Mailing-list atau lebih dikenal dengan “Milis” sudah lama populer dikalangan pengguna jaringan internet dalam berkomunikasi sesama anggota dalam ajang diskusi dari yang tingkatnya serius sampai dengan pada tingkat yang sangat santai.

Bagi dunia pencak silat milis silatindonesia@yahoogroups.com bukanlah satu-satunya milis yang ada, namun masih banyak lagi milis silat yang lain terutama yang dikhususkan pada perguruan tertentu yang sifatnya internal.

Perbedaan inilah yang mendasari semangat milis internal dengan milis komunitas pencak silat yang lebih umum dan terbuka pada semua pesilat dengan latar perguruan yang berbeda. Pemahaman konsep dan pemikiran kadang-kadang menyebabkan suasana diskusi yang semakin semarak, dan tentunya bila anggota-anggotanya aktif.

Sayangnya masih banyak beberapa anggota yang sifatnya sebatas pemantau ( Silent members) sehingga kadang-kadang diskusipun bisa putus di tengah jalan atau malah tidak sampai pada harapan yang di inginkan.

Bila dipelajari dengan seksama milis silatindonesia bertujuan membangun sebuah tali silaturahmi antar pesilat dimanapun berada dan dari perguruan mana saja, tidak dibatasi atau membatasi semuanya mendapatkan hak dan juga kewajiban yang sama.

Sebagai contoh milis silatindonesia yang telah berdiri sejak tahun 2002 ini masih bisa dikategorikan milis yang masih hidup rata-rata postingan setiap bulan mencapai rata-rata di atas 200 e-mail. Tapi bila milis ini dibandingkan dengan milis komunitas lain maka jumlah anggota maupun jumlah postingan masih terlampau sangat kecil.

Walaupun pada akhir-akhir ini semangat pelestarian beberapa silat yang ada di Jakarta menjadi topic utama bukan berarti diskusi dalam milis silatindonesia hanya pada perguruan tertentu, bahkan kalau bisa setiap anggota berhak mempromosikan, memperkenalkan kepada temen-teman lain sesame anggota milis lainnya.

Diskusi sebenarnya juga tidak terlampau berat, yang ringan dan santaipun masih bisa di diskusikan di media milis ini, dan yang pasti anda sesame anggota milis tetap harus memiliki kewajiban untuk menghargai anggota lainnya dengan niat yanh tulus dan iklas. Karena dengan inilah harapan kelak semua perwikilan pesilat dari ragam perguruan dapat berkumpul dan membangun sebuah silaturahmi yang besar.

Kita buktikan bahwa kata silat menjadi kata silaturahmi yang sesungguhnya, bukan lagi selogan yang kerap kali tidak bermakna karena kita lebih mementingkan ego dibandingkan nalar dan hati yang bersih. Kapan lagi bisa kita mulai belajar menghargai perguruan lain di tengah perbedaan dengan senyum yang tulus, dan melalui milis silatindonesia mari kita buktikan bahwa kita adalah bangsa yang besar bangsa yang dapat menghargai perbedaan dengan tali silaturahmi yang sesunggunya.

Silatindonesia.com
Milis silatindonesia

March 1, 2007

Pencak Silat Belum Mendapat Perhatian

Filed under: Sketsa

Pencak Silat Belum Mendapat Perhatian

Jakarta, Kompas – Pemerintah sejauh ini belum melihat cabang olahraga pencak silat sebagai bagian dari warisan budaya bangsa Indonesia. Akibatnya, pemerintah praktis tidak memberikan perhatian yang istimewa terhadap cabang seni bela diri asli rumpun Melayu yang lebih tersebar dan mengakar di wilayah Nusantara ini.

“Sejak berkembangnya olahraga seni bela dari pencak silat pada awal tahun 1970-an dan tumbuh subur di Asia Tenggara, bahkan merebak hingga ke penjuru dunia, pemerintah hanya melihat pencak silat sebagai bagian dari cabang olahraga yang sama dengan cabang-cabang lainnya, yakni cabang olahraga yang sekadar melatih otot dan keterampilan, yang pengembangan dan pembinaannya dilakukan di bawah naungan KONI,” tutur Wahdat Mardi Yuana, Kepala Subdit Seni Pertunjukan Direktorat Kesenian Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Sabtu (27/1) di Jakarta.

Pemerintah, tambah Wahdat, kalau mau sedikit mengubah pola pendekatannya terhadap pencak silat, dengan melihatnya sebagai bagian dari warisan budaya bangsa, akan mendapat manfaat yang luar biasa besar. Lagi pula, Indonesia tidak akan kalah langkah dari Pemerintah Malaysia yang telah menjadikan pencak silat ini sebagai olahraga nasionalnya.

Akhir minggu lalu Datuk Sri Utama Mohamad bin Haji Hasan, Presiden Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia atau Pesaka, menegaskan bahwa seni bela diri pencak silat sudah diakui sebagai olahraga negara Malaysia. Untuk itu, pencak silat sudah tertuang dalam Garis Besar Haluan Negara Malaysia.

Untuk pengembangan dan menuangkan pencak silat dalam bentuk kurikulum, Presiden Pesaka akan minta bantuan kepada Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa (Persilat).

“Tentu dengan langkah memasukkan pencak silat sebagai olahraga negara Malaysia, secara tidak langsung membuat kita yang selama ini berkecimpung dalam pembinaan dan pengembangan pencak silat ke penjuru dunia iri,” tutur Gambiro, Presiden Setia Hati.

Untuk diketahui, kata Gambiro—purnawirawan TNI AL itu—Pesaka itu pendiriannya dimotori oleh Eddie Marzuki Nalapraya yang saat itu masih menjadi Ketua Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI). “Saat itu Eddie tengah berusaha mendirikan Persilat,” ujar Gambiro.

Akan tetapi, sekarang, setelah pencak silat dikenal dan berkembang hingga ke penjuru dunia, tambah Sekretaris Pengda IPSI DKI Jakarta Mansur Soleh, malah Malaysia yang lebih dulu menjadikan seni bela diri pencak silat ini sebagai olahraga bangsa Malaysia. “Kalau pemerintah tanggap, seharusnya melakukan suatu langkah yang bermanfaat. Jangan seperti kasus Pulau Sipadan,” ujar Mansur. (NICHOLAS) – Kompas.com

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main