Jakarta, Kompas – Sebagai cabang olahraga bela diri tradisional Nusantara, pencak silat bakal disiapkan untuk menjadi cabang tradisional yang dipertandingkan di Olimpiade 2012, di mana Inggris akan menjadi tuan rumah pesta olahraga masyarakat mondial itu.

Hal tersebut dijelaskan Rachmat Gobel, Ketua Harian Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), saat membahas tentang evaluasi keikutsertaan kontingen Indonesia ke Kejuaraan Internasional Pencak Silat Kerajaan Inggris Raya (UK Pencak Silat International Championships) 2006 yang berlangsung 7-9 Juli lalu.

Menurut Rachmat, yang juga Ketua Harian Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), kemungkinan pencak silat dijadikan sebagai salah satu cabang olahraga tradisional yang dipertandingkan di Olimpiade 2012 itu akan disampaikan Ketua Bidang Hubungan Asia Timur Jauh IOC Kerajaan Inggris Raya Stefan Koseiuszko.

Memang, sebagai negara asal seni bela diri tradisional tersebut, Indonesia tidak dapat berharap banyak pencak silat dipertandingkan di arena Olimpiade. “Tetapi, tawaran tersebut harus kita hadapi dengan kesiapan yang lebih mantap lagi, terutama dalam upaya menyebarluaskan seni bela diri tradisional bangsa kita di berbagai penjuru dunia,” kata putra mantan raja radio di Indonesia, Gobel, itu.

Sebab, kalau untuk Eropa Barat tampaknya perkembangan pencak silat sudah sangat menggembirakan, mengingat hampir semua negara Eropa Barat ada federasinya masing-masing. “Dalam waktu dekat Italia akan menyusul menjadi anggota muda Persilat. Begitu juga dengan negara-negara Skandinavia,” katanya.

Di negara-negara Eropa Timur pencak silat juga kini sudah mulai berkembang sekalipun masih lamban. Di Eropa Timur baru Rusia dan Azerbaijan yang juga sudah mengikutsertakan pesilat mereka dalam beberapa kejuaraan yang diadakan di negara-negara Eropa Barat.

Yang terasa masih lambat justru di negara-negara Asia dan Timur Tengah. “Memang sudah ada Jepang, India, dan Nepal untuk Asia, tapi khusus untuk Timur Tengah saya rasa akan jauh lebih efektif bila pengembangan pencak silat di sana dimulai dari Eropa sini,” ujar Rachmat.

Sebab, tambah Ketua Harian Persilat, kalau seni bela diri tradisional Indonesia ini berkembang subur di Eropa, pencak silat akan sangat mudah untuk dikembangkan di daerah Timur Tengah. “Mengingat di Eropa jumlah perantau dari Timur Tengah-nya cukup dominan,” katanya.

Tentu sebelum menjadi cabang olahraga bela diri tradisional yang dipertandingkan di gelanggang Olimpiade 2012 nanti, tambah Rachmat, Persilat jelas akan berusaha agar pencak silat dapat menjadi cabang yang dipertandingkan di Asian Games.

“Sekalipun di Asian Games Doha 2006 nanti pencak silat pasti tidak akan menjadi cabang ekshibisi,” ujar Rustandi Effendi, Humas Persilat. (NIC)
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0607/28/or/2840253.htm