SSI - Sketsa Silat Indonesia ::

LiputanJanuary 22, 2007 2:58 pm

Jakarta, Kompas – Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia atau Pesaka menjadikan pencak silat sebagai olahraga negara mereka yang sudah tertuang dalam Garis Besar Haluan Negara Malaysia.

Sebagai langkah selanjutnya, tegas Presiden Pesaka Datuk Sri Utama Mohamad bin Haji Hasan yang ditemui di ruang VIP Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (14/1) petang, Pesaka dan Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) akan mempersiapkan kurikulum pencak silat yang kelak akan diajarkan mulai dari siswa di tingkat sekolah dasar hingga ke perguruan tinggi.

Selain Presiden Pesaka, tampak Presiden Persilat Eddie Marzuki Nalapraya yang ikut mengantar rombongan Pesaka yang akan kembali ke Malaysia.

“Kami berharap dalam dua tiga bulan ke depan Pesaka dan Persilat mampu membahas dan menentukan kurikulum pencak silat yang baku dan bisa dipergunakan di mana pun. Kemudian pada bulan Juni mendatang, pada awal tahun ajaran baru, saya berharap semua sekolah dan perguruan tinggi di Malaysia sudah memiliki pelajaran seni pencak silat,” tutur Datuk Sri Utama Mohamad bin Haji Hasan yang juga Menteri Besar Negeri Sembilan.

Masuknya seni bela diri pencak silat dalam Garis Besar Haluan Negara Malaysia, serta dijadikannya seni bela diri pencak silat sebagai salah satu pelajaran wajib mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi, karena satu hal penting. Menurut Mohamad, semua petinggi di Malaysia sadar bahwa hanya seni bela diri pencak silatlah satu-satunya warisan budaya Melayu.

Melestarikan

“Siapa lagi yang harus melestarikannya, selain kita. Orang Asia sendiri, baik itu mereka yang berada di Malaysia, Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, maupun di negara Asia lainnya,” kata Mohamad dari Perguruan Gayung.

Lebih-lebih, kata Mohamad, dalam arus globalisasi, di mana banyak ragam olahraga, termasuk bela dari, dari negara lain banyak yang masuk. “Tentu sebagai rumpun yang besar, kita tidak boleh hanya menerima, tetapi kita juga harus mampu mengekspor kekayaan seni budaya bela diri kita sendiri,” katanya. (NIC)

Liputan 2:57 pm

London, Kompas – Pencak silat prestasi dan pencak silat seni (tradisi) asal Indonesia sejak satu dasawarsa terakhir berkembang pesat di Inggris. Namun, di balik perkembangan itu timbul kerisauan karena sebagian besar guru silatnya bukanlah seorang pendekar, melainkan orang-orang asing yang baru belajar satu-dua bulan.

“Padahal, untuk menjadi seorang pendekar, guru besar pencak silat butuh belajar bertahun-tahun, tak mungkin bisa satu-dua bulan. Kesannya di mata dunia luar, ilmu bela diri asli Indonesia itu tak berarti apa-apa,” kata Presiden Pencak Silat Federation of United Kingdom Aidinal Alrashid kepada wartawan Kompas Yurnaldi di London, Inggris, baru-baru ini.

Ia mengatakan, besarnya minat orang asing untuk belajar pencak silat adalah sesuatu yang membanggakan. Sebab, di situ akan muncul pemahaman budaya Indonesia, yang untuk jangka panjang akan berdampak dalam rangka mempererat hubungan kebudayaan kedua negara, Indonesia dan Inggris. Setidaknya, ke depan akan banyak orang asing yang mencintai Indonesia.

Menurut Aidinal yang juga pendekar silat asal Bugis Makassar ini, pencak silat yang berkembang di Inggris terutama pencak silat asal Bugis dan Minangkabau.

Ia berharap ke depan orang-orang asing yang layak menjadi guru di luar itu harus memiliki semacam sertifikat yang dikeluarkan oleh organisasi persilatan di Indonesia. Kalau di Minangkabau, misalnya, ada Perhimpunan Aliran Silat Tradisional (Pasti) Minangkabau.

“Karena tidak bersertifikat, para pelatih atau guru pencak silat asing bisa saja melakukan gerakan-gerakan sembarangan tanpa melihat filosofinya. Artinya, gerakan asli dari pencak silat Indonesia itu lama-kelamaan bisa hambar dan pudar, atau dicampurbaurkan dengan gerakan lain. Ini mencemaskan kita, orang Indonesia,” papar Aidinal, yang juga satu-satunya orang Indonesia yang bekerja di British Council dengan jabatan sekarang visits manager.

Atau bisa juga pendekar silat Indonesia membuka semacam cabang perguruan di Inggris, memberikan pelatihan langsung dan mempersiapkan calon-calon pendekar baru, yang mampu menularkan ilmunya kepada murid-muridnya kelak.

Hal ini, menurut Aidinal, selain menumbuhkan kebanggaan di kalangan anak murid, juga membuat ia semakin mencintai budaya Indonesia.

Ia melukiskan, di Inggris pencak silat asal Indonesia menjadi salah satu lahan bisnis yang menggiurkan karena peminatnya relatif banyak. Persoalannya itu tadi, guru silatnya adalah orang asing yang belum profesional dan belum mendapat tempaan yang memadai dari pendekar-pendekar Indonesia.

Kejuaraan silat

Pada bagian lain, Aidinal mengatakan, tanggal 11-13 Juni 2004 pihaknya akan menggelar kejuaraan pencak silat se-Asia dan Eropa dengan label “United Kingdom International Championship” di Kensington, London.

Sejumlah negara yang diundang sudah memastikan keikutsertaannya, antara lain Indonesia, Singapura, Malaysia, Belanda, Perancis, Jerman, dan Swiss, di samping tuan rumah Inggris.

“Kejuaraan pencak silat se-Asia dan Eropa ini adalah untuk yang pertama kalinya dan ternyata sangat direspons oleh berbagai perguruan pencak silat di berbagai negara,” katanya.

Untuk memeriahkan kejuaraan, panitia akan mendatangkan tim atraksi dari Indonesia. Tim ini diharapkan dapat memperlihatkan keterampilan gerak yang memukau, yang mungkin gerakan itu belum diketahui dan dikuasai pesilat asing yang belajar silat di berbagai negara.

Kejuaraan pencak silat ini akan memperebutkan Piala Bergilir Eddy Nalapraya dan Piala Duta Besar Indonesia untuk Inggris.*

Liputan 2:52 pm

Paris, Kompas – Sejak terbentuknya Asosiasi Pencak Silat Perancis atau AFPS tahun 1994 sudah ada tujuh perguruan pencak silat baik dari Indonesia maupun Malaysia yang berkembang dengan pesat di beberapa kota di Perancis.

“Ada beberapa jenis cabang yang menjadi pesaing ketat dalam usaha pengembangan pencak silat di Perancis, yaitu sepak bola dan karate,” kata Presiden Asosiasi Pencak Silat Perancis Eric Chatelier, Rabu (12/7) waktu setempat.

Namun, dia mengakui ketujuh perguruan yang berkembang di antaranya adalah Beringin Sakti, Cimande Terumbu, Pamur Kombinasi Tjimande, Persaudaraan Setia Hati, Setia Hati Terate semuanya dari Indonesia, dan Silat Seni Gayong dari Malaysia.

Pamur Kombinasi Tjimande yang berkembang lambat, tetapi pasti di Kota Bordeaux di selatan Perancis. Atau Silat Seni Gayong yang berada di Lille dan Bondues di bagian utara Perancis. Sedangkan untuk Persaudaraan Setia Hati dan Setia Hati Terate selain berkembang pesat di Paris juga ada di Ivry sur Seine, Aix en Provence, Marsac sur 1’Isle dan di Savigny sur Orge.

Menyinggung kesulitan pengembangan pencak silat di Perancis, Eric mengatakan, kurangnya pengetahuan masyarakat Perancis tentang Indonesia. “Bila seseorang ingin belajar pencak silat secara tidak langsung ia juga akan belajar budaya Indonesia. Yang pertama kali itu jelas bahasanya,” kata Eric.

Akan tetapi, lanjut Eric, untung ada peluang dengan dikenalnya Festival Seni Bela Diri yang diadakan majalah Karate Bushido setiap tahun di Bercy, Paris. “Pencak silat sudah mendapat tempat khusus untuk mengisinya,” ungkap Eric. Melalui festival seni bela diri itu, pencak silat ikut jadi liputan televisi.

“Lewat media inilah pencak silat perlahan-lahan dapat dikenal. Selain itu, kami masih mengharap adanya bantuan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Perancis untuk memperkenalkan pencak silat yang menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia,” katanya.

Bersamaan dengan kedatangan tim seni Persilat mengisi Festival Seni Bela Diri di Bercy, Asosiasi Pencak Silat Perancis juga mengadakan Kejuaraan Pencak Silat yang pesertanya pesilat terbaik di Eropa. Makanya disebut best of the best Pencak Silat. (NIC)

Liputan 2:52 pm

Jakarta, Kompas – Sebagai cabang olahraga bela diri tradisional Nusantara, pencak silat bakal disiapkan untuk menjadi cabang tradisional yang dipertandingkan di Olimpiade 2012, di mana Inggris akan menjadi tuan rumah pesta olahraga masyarakat mondial itu.

Hal tersebut dijelaskan Rachmat Gobel, Ketua Harian Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), saat membahas tentang evaluasi keikutsertaan kontingen Indonesia ke Kejuaraan Internasional Pencak Silat Kerajaan Inggris Raya (UK Pencak Silat International Championships) 2006 yang berlangsung 7-9 Juli lalu.

Menurut Rachmat, yang juga Ketua Harian Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), kemungkinan pencak silat dijadikan sebagai salah satu cabang olahraga tradisional yang dipertandingkan di Olimpiade 2012 itu akan disampaikan Ketua Bidang Hubungan Asia Timur Jauh IOC Kerajaan Inggris Raya Stefan Koseiuszko.

Memang, sebagai negara asal seni bela diri tradisional tersebut, Indonesia tidak dapat berharap banyak pencak silat dipertandingkan di arena Olimpiade. “Tetapi, tawaran tersebut harus kita hadapi dengan kesiapan yang lebih mantap lagi, terutama dalam upaya menyebarluaskan seni bela diri tradisional bangsa kita di berbagai penjuru dunia,” kata putra mantan raja radio di Indonesia, Gobel, itu.

Sebab, kalau untuk Eropa Barat tampaknya perkembangan pencak silat sudah sangat menggembirakan, mengingat hampir semua negara Eropa Barat ada federasinya masing-masing. “Dalam waktu dekat Italia akan menyusul menjadi anggota muda Persilat. Begitu juga dengan negara-negara Skandinavia,” katanya.

Di negara-negara Eropa Timur pencak silat juga kini sudah mulai berkembang sekalipun masih lamban. Di Eropa Timur baru Rusia dan Azerbaijan yang juga sudah mengikutsertakan pesilat mereka dalam beberapa kejuaraan yang diadakan di negara-negara Eropa Barat.

Yang terasa masih lambat justru di negara-negara Asia dan Timur Tengah. “Memang sudah ada Jepang, India, dan Nepal untuk Asia, tapi khusus untuk Timur Tengah saya rasa akan jauh lebih efektif bila pengembangan pencak silat di sana dimulai dari Eropa sini,” ujar Rachmat.

Sebab, tambah Ketua Harian Persilat, kalau seni bela diri tradisional Indonesia ini berkembang subur di Eropa, pencak silat akan sangat mudah untuk dikembangkan di daerah Timur Tengah. “Mengingat di Eropa jumlah perantau dari Timur Tengah-nya cukup dominan,” katanya.

Tentu sebelum menjadi cabang olahraga bela diri tradisional yang dipertandingkan di gelanggang Olimpiade 2012 nanti, tambah Rachmat, Persilat jelas akan berusaha agar pencak silat dapat menjadi cabang yang dipertandingkan di Asian Games.

“Sekalipun di Asian Games Doha 2006 nanti pencak silat pasti tidak akan menjadi cabang ekshibisi,” ujar Rustandi Effendi, Humas Persilat. (NIC)
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0607/28/or/2840253.htm

Liputan 2:51 pm

Laporan Wartawan Kompas Cornelius Helmy Herlambang

BANDUNG, KOMPAS—Pengurus Daerah Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia Jawa Barat menginginkan Malaysia memberikan sesuatu yang khas dan tidak menjiplak. Apabila tidak, kemungkinan besar yang terjadi hanya tindakan plagiat dan merugikan olahraga silat di daerah lain.

Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (Pesaka), sebelumnya menjadikan silat sebagai olahraga negara. Hal itu tertuang dalam Garis Besar Haluan Negara. Menurut Presiden Pesaka Datuk Sri Utama Mohammad bin Haji Hasan mengatakan semua petinggi di Malaysia sadar pencak silat satu-satunya warisan budaya Melayu.

Menurut Ketua Umum IPSI Jabar Setia Hidayat, Senin (15/1), tidak keberatan bila ada niat seperti itu dari Malaysia. Namun, dalam perjalanannya harus dilihat apakah asli Malaysia atau hanya sekedar menjiplak. Bila ada sesuatu yang khas dan baru ditawarkan tentu tidak ada keberatan dari kalangan pencak silat sendiri.

Selain itu, Setia mengatakan, tindakan itu terbilang sangat berani. Di satu sisi hal itu baik bagi perkembangan dan penjagaan nilai luhur atau tatanan tertentu. Namun, di sisi lain bisa merugikan bila ternyata hanya sekedar meniru. Apalagi berdasarkan pengetahuannya, silat di Malaysia sangat mirip dengan silat Sumatera Barat dan Riau.