Mempublikasikan pencak silat tidak semudah yang dibayangkan sebelumnya, banyak benturan dan kendala yang harus dilalui malah terkadang buntu. saat ini banyak media yang berskala nasional antara lain Televisi, Koran maupun majalah, yang selalu memuat aktifitas kehidupan manusia, olahraga, seni budaya dan lain-lain yang bersifat hiburan.

Lantas apakah media – media tersebut dapat membantu mempublikasikan pencak silat, jawabannya bisa “Ya” bisa juga “Tidak”, pasalnya persaingan antar media televisi misalnya saja sudah demikian ketatnya, mereka berlomba-lomba menanyangkan acara-acara yang dapat menarik pemirsa sebanyak-banyaknya, malah terkadang kandungan pendidikannya tidak sebanding dengan unsur Hiburan, sehingga televisipun menjadi media yang sarat dengan Hiburan semata, walaupun juga menampilkan acara informasi dan berita.

Pencak silat bukan tidak pernah ditanyangkan dalam media televisi, bila dicermati sesekali sebuah perguruan ataupun sosok pesilat juga ditampilkan dalam acara televisi, namun masih disayangkan liputannya masih terlalu formal atau malah kampungan, contohnya saja yang sering dipublikasikan adalah unsur mistis seperti “tenaga dalam”, padahal silat tidak hanya sekedar tenaga dalam namun keunikan beladiri praktisnyapun tidak kalah dengan olahraga beladiri Import, memang sangat disayangkan sekali lagi-lagi unsur mistis dan klenik menjadi hal-hal yang menarik, padahal tidak semua silat adalah mistik dan klenik dan karena tayangan itulah wajah silatpun menjadi benar-benar kampungan dan image tersebut melekat erat dipemirsa televisi yang sebagian sebesar adalah orang tua dan anak-anak.

Image klenik dan mistik dalam pencak silat tidak selamanya menguntungkan, bahkan merugikan apalagi dijaman teknologi yang semakin canggih, realitas sebenernya menjadi tolak ukur orang tua untuk mengijinkan anak-anaknya mengikuti olahraga ini, namun sayang sekali lagi-lagi media mengangkat silat sebagai olahraga yang sarat dengan mistik.

Oleh sebab itu kalangan penulis, wartawan hingga pengamat pencak silat diharapkan dapat mampu mengangkat pencak silat yang sesungguhnya dengan kritis dan kreatif, saya nyakin silat masih mampu dan manarik untuk diminati oleh masyarakat bila masyarakat mendapatkan informasi yang jelas. Dan tentunya masyarakat pencak silat membutuhkan media yang benar-benar jeli melihat keunikan pencak silat ini dan mempublikasinnya menjadi olahraga yang layak diajarkan kepada masyarakat umum khususnya pelajar dan pemuda yang akan menjadi generasi penerus yang memiliki jati diri yang kuat dan handal. Kami tunggu peran aktifnya media – media di Indonesia dan buktikan engkau mampu menjadi media yang unggul dan tidak biasa.

Majulah Indonesia, Hut RI 61
yanweka