“Kembali Meraih prestasi pencak silat Indonesia” itulah tema yang diangkat dalam acara saresehan yang berlangsung di Ruang 100 Padepakan Nasional Pencak Silat Indonesia yang bertepatan dengan perayaan HUT ke – 38 KPS Nusantara.
Acara yang singkat namun padat materi tentang persoalan yang selama ini terkesan tidak mendapatkan respon dari pihak-pihak terkait seolah terjawab, namun kerja nyata tetap dinantikan oleh masyarakat pesilat di Indonesia.
Acara saresehan seperti ini selayaknya dapat diselenggarakan setiap periode antara pesilat, pengurus perguruan, IPSI dan pemerintah. Diharapkan kesenjangan selama ini dapat mengikat kembali hari –hari yang hilang, hari yang penuh prestasi.
Liputan secara umum dapat dibaca melalui tulisan salah satu koresponden situs silatindonesia.com mas Ezra, silahkan mas…..,
Jakarta, Peringatan hari Ulang Tahun KPS Nusantara hari ini di
tandai dengan dengan sambutan Ketua Umum KPS Nusantara Bpk. Haryono
Isman, selaku Key Note Speaker yang disambut dengan antusias oleh
para hadirin dan para udangan serta tamu kehormatan.
Pada hari jadi yang ke-38 ini turut di hadiri oleh beberapa tokoh
pencak silat baik dari Keluarga KPS Nusantara sendiri maupun dari
para pembesar IPSI dan juga tokoh pencak silat senior seperti Bapak
Oong Sumaryono, Bapak Hatono (mantan pelatih silat di Vietnam),
Bapak Harsoyo (Wakil dari salah satu peguruan histories), Dr. Ir.
Indra Jati Sidi, dan para petinggi dari jajaran IPSI serta KPS
Nusantara sejabotabek.
Syukuran yang diadakan hampir seharian, kali ini ditambahkan acara
penyematan Sabuk Kehormatan selaku Pembina Kehormatan KPS Nusantara
oleh pendiri (Bp. Hadi Mulyo, Dr. Djoko Waspodo & Dr. Rachmadi) di
dampingi Ketua Umum, kepada Bp. H. Edy M. Nalapraya (Pesiden IPSI),
Bp. H. Rustady Efendy, Bp. H. Harsoyo.
Pada acara ceremonial ini Bp. H. Edy M. Nalapraya mendapatkan
sekaligus 2 (dua) penghargaan dari KPS Nusantara yang selanjutnya
penghargaan di berikan kepada Bp. Arjo Damoko, Alm. MR.
Wongsonegoro, Alm. Bp. Tjokro Panolo, Alm. Bp. Rahmat Suronagoro,
Alm. Bp. Marijun Sudirohadipojo, dan yang terakhir adalah Bp. Hadi
Kusumo, oleh Ketua Umum KPS Nusantara Pusat, DKI Jakarta.
Kemeriahan acara berlanjut dengan Atraksi pencak silat oleh anggota
KPS Nusantara Junior dari padepokan KPS Nusantara se-Jabotabek,
meski terlihat masih muda para pesilat yang notabenenya pelajar itu
sangat atraktf dan mahir dalam memperagakan berbagai jurus khas dari
perguruan baik tangan kosong maupun yang bersenjata. Dengan di
iringi musik orkestra melayu acara ini sangat menghibur sekaligus
memukau para tamu undangan yang hadir.
Tantangan Baru Perkembangan Pencak Silat
Selain syukuran, pada acara tersebut diadakan sarasehan dan diskusi
sekaligus dari kurang lebih 4 (empat) pembicara diantaranya wakil
dari PB.IPSI, Dr. Ir. Indra Jati Sidi, Bp H. Harsoyo selaku wakil
salah satu perguruan Histories di Indonesia, serta Oong Maryono
yang mengangkat topik “Perbandingan, Pengembangan, dan Pembinaan
Pencak Silat Dunia”, juga ikut manambah hangat suasana ruang meeting
di hotel ball room Padepokan Pencak Silat Indonesia, TMII.
Dalam pesentase yang cukup singkat Bp.Oong Maryono memberikan maping
kedepan bagaimana pencak silat dapat dikembangkan dan dikenal di
negara tetangga seperti; Singapore, Malaysia, Filippina, Thailand,
Vietnam, Jepang, Korea serta beberapa di Eropa dan Amerika. Pencak
silat yang dikenal sebagai budaya local dan ada pula yang memiliki
ikatan sejarah pada setiap prestasi pesilatnya pada setiap event
regional selalu menjulang, juga dikenal oleh masyarakat pecinta
beladiri. Disisi lain pencak silat di kenal sebagai cabang ilmu
beladiri yang baru di promosikan di percaturan beladiri masayarakat
dunia sangat menyambut dengan sangat antusias.
Bukan tidak mungkin dalam upaya penyebaran dan memperkenalkan pencak
silat menembus dunia dari peringkat local, regional dan
Internasional harus dilakukan secara terus menerus dan konsisten.
Misalnya, pada peingkat local di negara eropa bersatu pencak silat
di promosikan oleh masing-masing perguruan, club, sekolah dan gym,
festifal youth summer sport progam di luar negeri, juga beberapa
pertunjukan serupa baik sport dan seni budaya yang biasa dijadikan
ajang untuk mempromosikan pencak silat.
Menjadi hal yang patut kita cermati bahwasanya dalam Visi,misi kita
membawa pencak silat ke seluruh dunia atau go international,
tepatnya di era globalisasi pasti menjadi tantangan baru untuk kita
semua terutama hak cipta yang menjadi nilai ekonomis sangat perlu
dipikirkan untuk bisa melindungi budaya kita dari pihak lain yang
sebenarnya kurang berhak, serta masalah yang mungkin juga akan
timbul dari merebaknya media promosi cyber net yang sulit termonitor.
Pada diskusi tersebut, pembicara yang juga sebagai mantan juara
Olympiade Pencak Silat pada 5 (lima) periode berturut-turut dan juga
selaku paktisi yang mengembangkan pencak silat di asia, eropa dan
amerika. Mengajak kita untuk mempersiapkan diri dalam mengantisipasi
tantangan-tantangan baru dalam hal, perlunya mengadakan pendekatan
agar dapat menutupi kesenjangan social diantara negara-negara
tetangga sekaligus meningkatkan kwalitas sesuai dengan kondisi
setempat.
Maka diperlukan adanya “dual approach” atau pendekatan ganda seperti;
1. Untuk negara-negara di mana pencak silat sudah maju dan
pencak silat dapat menyebar dengan sendirinya, yang pelu di utamakan
oleh pihak Indonesia adalah meningkatkan kwalitas pesilat dan
organisasinya dengan pelunya mengirimkan pelatih-pelatih yang
berkwalitas, untuk dapat mengadakan pelatihan nasional bekeja sama
dengan organisasi nasional setempat.
2. Untuk negara-negara yang pesilatnya belum maju kita harus
focus untuk memperkenalkan kembali memperkenalkan pencak silat dan
membantu menghidupkan organisasi pecak silat nasional di negara
tersebut.
Selain itu disamping banyaknya kendala yang pelu dibicarakan dan di
pecahkan bersama yang paling penting menurut pembicara adalah
bagaimana kita bias mempersiapkan diri dalam melakukan tugas yang
begitu komplek.
Oleh karenanya, beliau menambahkan; “…yang paling mendesak untuk
menjawab tantangan dunia adalah meningkatkan SDM insan pencak silat
Indonesia itu sendiri”.
Selamat Hari Ulang Tahun Ke-38 KPS Nusantara, Semoga makin eksis dan
terus konsisten dalam upaya melestarikan serta mengembangkan pencak
silat mendunia…
!.
ÓBy ezrapurnama danu lelana
081572770409