SSI - Sketsa Silat Indonesia ::

SketsaJuly 13, 2006 8:57 am

Sketsa pencak silat hadir ditengah-tengah kelesuan dunia olahraga ini khususnya ditanah air, sketsa ini berbentuk catatan-catatan kejadian dan opini yang berkembang ditengah masyarakat pencak silat, walupun tidak dapat mencakup seluruh opini yang berkembang namun setidaknya sedikit memberikan gambaran dalam sketsa ini.

Setiap tulisan yang lahir disini adalah hasil investigasi maupun servei kecil-kecilan dari beberapa sumber yang tentunya dapat mewakili opini public, karena kami pun memiliki tanggung jawab terhadap tulisan yang dipublikasikan, walupun demikian bahasa yang digunakan adalah bahasa yang sangat sederhana yang bertujuan agar pembaca mudah mencerna dan mengambil sedikit manfaat dari tulisan tersebut.

Kurang lebih satu tahun kami mencoba menelusuri opini pencak silat yang berkembang di tanah air, oleh sebab itu bila ada kegiatan besar yang dilakukan oleh IPSI kadang-kadang kami hadir dan mewawancarai beberapa orang disana, dan hasil wawancara tersebut kami simpan dalam file, bila memang harus dipublikasikan kami harus melihat manfaat tulisan tersebut. Terkadang tulisan yang begitu sederhana ini menyimpan pesan tersembunyi yang tidak semua orang dapat membacanya dengan hati nuraninya.

Dan tentunya kami berharap tulisan dalam sketsa opini ini tidak hanya sekedar opini namun memiliki nilai lebih didalamnya, dan tujuan lainnya adalah untuk memancing orang lain baik pesilat maupun non pesilat sedikit menelaah kegiatan pencak silat di Indonesia walupun hanya dalam hitungan menit.

Salam
Yanweka

SketsaJuly 4, 2006 9:42 am

Tidak terasa situs yang saya kelola bersama kawan-kawan pesilat lainnya saat ini sudah masuk usia 1 tahun. Ada rasa gembira dan ada perasaan prihatin, rasa gembira karena kunjungan situs ini ternyata diluar dugaan sampai-sampai bandwith yang diberikan oleh pemilik hosting terlampaui, nah kalau perihatinnya karena masih sedikit tulisan, opini, info ataupun artikel yang masuk kemeja redaksi hasil karya penulis-penulis dari pesilat Indonesia.

Belum mengerti kenapa masih jarang sekali tulisan yang masuk ke redaksi kami, padahal dibuka seluas-luasnya bagi penulis – penulis yang ingin mengasah kemampuan dan menularkan pengetahuan kepada pesilat-pesilat lainnya.

Bila saja kita sedikit teliti situs ini bukan saja hanya sebatas dokumentasi semata, namun lebih dari itu, antara lain membangun link dengan pesilat lainnya di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun pencak silat di Tanah Air. Namun semua ini dibutuhkan kepedulian individu.

Oke, selamat ulang tahun situs silatindonesia.com, walaupun tak ada yang mengucapan selamat ultah untukmu namun perjuangan memang belum berakhir, semoga masih ada semangat untuk terus maju.

yanweka

SketsaJuly 3, 2006 4:46 am

Mau belajar tenaga dalam melalui pernafasan, gampang kok, misalnya melalui MP Alias merpati putih yang tentunya nama besarnya tidak perlu diragukan lagi baik materi ajaran hingga teknik-tekniknya. Ada juga SN alias Satria Nusantara, tapi SN bukan silat loh, dan tidak bergabung dengan IPSI, SN lebih condong ke olahraga pernafasan yang bertujuan kesehatan, walaupun dulunya ada embel-embel tenaga dalamnya juga.

Mungkin karena anggotanya banyak susah juga mengajarkan tenaga dalam, pasti hasilnya tidak merata, karena memang tidak bisa di ukur dari tingkat seorang murid, malah sering terjadi tingkat yang lebih rendah lebih mengusai kepekaan yang dalam dibandingkan dengan murid yang sudah sampe tingkat yang lebih tinggi.

“Jadi semakin asik membahas SN”, jadi ingat pak Maryanto ditahun 1994 sewaktu Platnas di pantai trisik jogjakarta, bahwa kesehatan bukan segala-galanya, namun segala-galanya tanpa kesehatan tidak bermakna”, intinya pak maryanto mengatakan bahwa SN mengajarkan agar muridnya sehat dulu, setelah sehat kita bisa melakukan hal-hal lain dari nikmat sehat ini.

SN memang bukan satu-satunya perguruan atau lembaga seni pernafasan di Negeri ini, masih banyak lainnya, bahkan sebelum SN masih ada SP alias sinar putih yang sama-sama dari jogja juga, namun bedanya SN memiliki management yang unggul, karena demam SN dijakartapun pernah terjadi, berbondong-bondong orang belajar sn sampai-sampai cibubur pun dibuat menjadi lautan manusia yang bersama-sama mencari manfaat olah pernafsan ini.

Sayangnya SN bagi kalangan kurang mampu, masih teramat mahal, apalagi setiap anggota baru dikenakan biaya yang lumayan pada waktu itu, ditambah kalau ada acara latihan gabungan di luar kota atau yang sering sih dulu di pulau seribu, wah biayanya tidak sedikir, maklumlah jadi agak sedikit komersil jadinya, namun biaya sebenernya bukan masalah utama bila niat kita mencari kata sehat buat diri kita.

Beda dulu beda sekatang, SN mulai redup, walaupun ada namun tidak seramai dan seheboh dulu, entah muridnya bosan latihan atau ada alasan lainnya. Namun olah nafas mirip SNpun ternyata belum surut benar, masih ada beberapa perguruan sebut saja SNI alias Seni Nafas Indonesia yang jelas SNI ini adalah pecahan SN, jadi wajarlah bila jurus-jurusnya sama dan ada pula perguruan Mahatma alias maju sehat bersama, mahatma juga mirip SN, apakah becahannya SN atau bukan penulis belum mendapatkan info yang jelas, namun tidak sedikit pecahan SN yang membuka perguruan baru, sepertinya nggak perlulah ditulis disini.

Namun melihat mahatma di silang monas beberapa waktu lalu jadi inget jurus jurusnya SN, ah pokonya jurus2 tidak beda jauh sih, bedanya ada tepuk tangannya segala. Namun kita berdoa. apapun, siapapapun pecahan atau tidak asal tujuannya untuk mencari sehat sah-sah saja, sebab dengan kondiri saat ini, masyarakjat perlu diajari bagaimana hidup sehat, dan usulan saja agar berolahraga melalui seni pernafasan tidak harus mencari tenaga dalam, karena kalau kita cari pasti tenaga itu semakin dalam dan keluarnya, asal iklas bonusnya pun bisa kita nikmati, apalagi kalau bukan “sehat”.

Pesan untuk pak maryanto gimana kabarnya pak, kapan nich bisa ngobrol lagi, kabari saya yah lewat e-mail juga bisa saya siap dateng dech kalo bapak ada dirawamangun.
(sok akrab nih yanweka he he he).