Silat tradisional seperti diujung tanduk

Pencak silat yang berkembang pesat saat ini baik didalam maupun diluar negeri sangat membanggakan kita sebagai pewaris budaya dimasa ini maupun yang akan datang, dengan dukungan organisasi yang baik dan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan sayap perguruananya hingga tetap diminati oleh mayarakat dunia.

Pencak silat dikenal tidak hanya sebagai olahraga beladiri karena ada 4 aspek yang terdapat pada olahraga ini, sejak tergabung dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), pencak silat menjadi salah satu cabang olahraga prestasi. Jadi, keluarannya adalah prestasi, bukan seni ataupun beladiri murni yang banyak diajarkan di silat tradisonal.

Namun harapan bahwa pengembangan pencak silat tidak melulu pada olahraga prestasi sebenarnya juga telah dilakukan oleh IPSI melalui kegiatan pencak silat seni yang pernah diselenggarakan beberapa waktu lalu, namun memang belum semua pencak silat tradisional ini dapat diangkat kepermukaan dan diperkenalkan kepada masyarakat pencak silat lainnya. Salah satu kendala adalah masih sulitnya pendataan silat tradional ini, apalagi kalau pencak silat tersebut belum bergabung dengan IPSI.

Pentingnya pelestarian pencak silat seni merupakan wacana pokok dalam sebuah forum diskusi melalui milis pencak silat Indonesia akhir-akhir ini, walaupun bukan yang pertama sebagai pengagasnya namun niat luhur ini sepatutnya mendapatkan dukungan dari beberapa organisasi pencak silat maupun perguruan pencak silat yang memang memiliki orientasi global.

Pencak silat tradiosional memnag sering terlupakan karena memang perkembangannya dipelosok-pelosok daerah dan juga karena kurangnya informasi tentang pencak silat itu, salah satu pencak silat tradiosnal yang berada diwilayah Jakarta saja banyak yang tidak terangkat kepermukaan apalagi pencak silat yang berada didearah lain yang lebih terpencil.

Pencak silat Tradisional memang memiliki keunikan dalam proses pewarisan keilmuannya, terutaman melalui keluarga terdekat sang pewaris, ini dikarenakan kurang banyak minat pemuda ataupun masyarakat pencak silat untuk mengetahuinya, memang terkadang ada pula beberapa perguruan silat tradional menutup rapat-rapat keilimuan kepada masyarakat luar, namun juga banyak silat tradional yang membuka seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin mempelajarinya.

Begitu pentingkah pencak silat tradisional dilestarikan, tentu saja karena tidak sedikit pencak silat yang unik dan memiliki keampuhan beladiri dan bernilai sejarah ternyata tidak ditemukan saat ini, lalu siapakah yang wajib memberikan perhatian kepada pencak silat tradiosnal ini, tentunya bangsa Indonesia melalui lembaga-lembaga yang mengkhususkan pada pelestarian budaya bangsa maupun melalui organisasi pencak silat seperti IPSI dan Perguruan – perguruan besar.

Tidak sedikit tercatat perguruan-perguruan besar di Indonesia yang memiliki organisasi yang bagus dan dapat menjadi contoh bagaimana mengelola sebuah perguruan. Idealnya bagi perguruan-perguruan besar dapat memberikan dukungan untuk pergururuan-perguruan kecil ataupun menunjukkan rasa kepedulian terhadap sesama aliran silat dalam memberikan dukungan ataupun kerjasama yang saling menguntungkan.

Andaikan perguruan – perguruan yang sudah mapan dan memiliki financial yang bagus dapat bekerjasama membentuk satu badan khusus yang berkerja untuk menjaga asset bangsa ini dengan cara system bapak angkat ataupun system yang dapat memberikan dukungan pelestarian pencak silat tradisional yang sifatnya melembaga dan dapat diikuti oleh seluruh masyarakat pencak silat. Tentunya ada harapan bagi silat tradisional kembali hidup.

Kerjasama seperti ini memang belum pernah terjadi, karena setiap perguruan memiliki ego (Aturan yang baku ) yang ternyata cukup tinggi, andaikan mereka dapat membantu sesama pencak silat tentunya hal ini bukanlah masalah, lagi pula tanggung jawab ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tentunya pemerintahpun selama ini memberikan dukungan terhadap perguruan-perguruan besar saja.

Mungkin hanya masalah waktu, bila wacana tersebut digulirkan harapan besar selalu ada, dan pencak silat tradisionalpun dapat dijaga kelestariannya, minimal tidak punah dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Tinggallah kini kita membuka mata hati dan wawasan yang lebih luas, dalam ikut serta melestarikan budaya bangsa.

Yanweka