Secara jujur kalangan pesilat di Jakarta mengakui sepinya aktifitas pencak silat diPadepokan Nasional Pencak Silat Indonesia (PnPSI), walupun demikian masih terdapat pesilat – pesilat dari beberapa perguruan yang berusaha memanfaatkan untuk berlatih pada hari-hari libur khususnya.

Kegiatan pencak silat sebenarnya cukup padat dan sudah terprogram sepanjang tahun ini terutama untuk kejuaraan dari daerah hingga tingkat nasional, namun sayangnya kegiatan ini tidak dipublikasikan kepada masyarakat secara umum, wajar saja bila banyak pertanyaan yang timbul ditengah-tengah masyarakat, seolah kegiatan pencak silat tidak dikelola dengan profesional, sehingga keseriusan penyelenggaraan kegiatan ini kurang mendapatkan respons dari masyarakat.

Pihak IPSI mengeluhkan kurang berminatnya masyarakat umum untuk mengikuti kegiatan pencak silat, maupun mendukung kegiatan – kegiatan dari IPSI.

Namun kenyataannya masyarakat selama ini memang tidak pernah atau kurang mendapatkan informasi dari IPSI khususnya melalui media yang mudah dilihat, diakses oleh mereka.

Bagaimana masyarakat mengetahui pencak silat lebih detail, bila selama ini mereka tidak mendaptkan informasi yang benar mengenai pencak silat itu sendiri, masyarakat lebih mengenal olahraga beladiri lain yang memang lebih agresif memperkenalkan kepada publik.

Seperti halnya karate dewasa ini cukup dikenal luas oleh masyarakat hingga siswa Sekolah dasar beramai-ramai mengikuti olahraga kareta.

Mungkin ada baiknya pengelola perguruan pada khususnya IPSI, mau tidak mau harus belajar bagaimana mengelola lembaga persilatan ini agar mendapat dukungan masyarakat hingga pemerintah.

Pemerintah sepatutnya memberikan dukungan aktif karena kita mengetahui bahwa pencak silat adalah aset budaya yang selama ini kurang mendaptkan perhatian lebih.

Kalau olahraga beladiri lain bisa berprestasi mengapa pencak silat malah mundur dalam hal prestasinya, seharusnya kemunduruan ini dicarikan solusinya, apakah pembinaannya kurang atau perguruan-perguruan sebagai sumber bibit pesilat selama ini berkurang, tentunya semua masalah ini harus mendapatkan perhatian.

Kalau tidak mungkin suatu saat kelak pencak sila mungkin sulit ditemukan di Tanah Air Tercinta ini, yang menurut sejarah memiliki aliran pencak silat terbanyak hingga 820 aliran, belum ditambah dengan jumlah perguruan yang selama ini ikut berperan dalam membangun pencak silat hingga kemancanegara.

Peran pemerintah memang sepatutnya memberikan perhatian lebih kepada pencak silat, karena silat adalah olahraga yang selama ini menjadikan kebangaan kita sebagai bangsa yang besar.

Masyarakat menunggu peran pemerintah, IPSI dan segenap sesepuh pencak silat dalam sumbangsihnya kembali menumbuhkan rasa cinta kepada olahraga tradional yang saat ini mulai Go International, siapa lagi kalau bukan kita yang bangga akan seni dan budaya kita menjadi olahraga Dunia.

Yanweka