Sedih bercampur prihatin, begitulah yang dirasakan oleh pengelola situs silatindonesia.com mengungkapkan pada saya beberapa waktu lalu.
situs silatindonesia.com memang masih sangat berusia muda belum genap berumur satu tahun, dikembangkan sebagai salah satu jawaban untuk memenuhi kebutuhan akan informasi pencak silat yang ada di Indonesia, sebagai situs yang berorientasi nasional.

Situs ini membawa misi seni, budaya dan juga olahraga pencak silat khususnya di Indonesia, sebagai Negara yang katanya kaya akan seni dan budaya dan memiliki moralitas luhur. Selain kekayaan seni, Indonesia juga memiliki budaya saling bergotong royong dan peduli terhadap perkembangan budaya agar lestari dan bisa diwariskan kepada anak dan cucu kita kelak sebagai kebanggaan dan jatidiri bangsa.

Namun kami cukup prihatin dengan kondisi saat ini, karena hanya ingin memperkanalkan pencak silat melalui internet kendala yang dihadapinya ternyata tidak mudah, pencak silat yang notabene sebagai seni budaya warisan leluhur bangsa.

Kesulitan inipun bertambah dengan tidak sedikitnya pesilat yang memang lebih mementingkan perguruannya semata, sehingga informasi menjadi sulit dijangkau.

Kendala lainnya adalah pihak-pihak yang seharusnya menjadi pendorong ataupun penopang situs ini, seharunya memberikan perhatian lebih, contohnya IPSI, perguruan-perguruan silat, seharusnya memberikan perhatian dan semangat dengan berbagai cara, namun sayang harapan tersebut sia-sia. IPSI sepertinya tidak memiliki kepedulian sama-sekali.

Begitupun dengan proposal yang telah kami sebarkan kepada pihak-pihak lain dalam mencari dukungan ternyata hanya masuk ke tong sampah ataupun di delete begitu saja. Dan mungkin inilah saatnya untuk berfikir kembali untuk memperjuangkan situs tersebut yang saat ini kondisinya mulai di tinggalkan oleh para admin-adminnya, karena satu alasan yaitu “Kami masih bisa berkretifitas melalui olahraga lain yang lebih perduli dan lebih cinta”.
:(