Siang itu suasana padepokan nasional pencak silat begitu lenggang tidak ada sedikitpun tanda ada sebuah kegiatan akbar yang sedang berlangsung di dalam sana, hanya umbul-umbul dari sebuah sponsor yang berkibar-kibar tertiup angin dipelataran parkir yang cukup luas dengan gedung yang megah.

Aku berjalan sedikit mempercepat langkah, takut-takut acaranya telah selesai, apalagi hari ini adalah acara penutupan yang rencananya akan ditutup oleh bapak Menteri Olahraga. Tentunya bisa dibayangkan bahwa acara tersebut bukanlah acara yang sembarangan.

Terdengar sayup-sayup suara gemuruh suara penonton dari tempat aku saat ini berdiri, walaupun jarak antara gedung dengan stadiun utama masih berjarak kira-kira 200 meter, namun suara tersebut seakan melambungkan hayalanan diotakku, membayangkan bagaimana berjubelnya penonton yang hadir disana.

Apalagi sebelumnya seorang kawan menghubungi melalui telepon seluler yang sudah berada disana untuk meliput kegiatan tersebut, bertambah semangatlah untuk segera berada ditengah-tengah acara pertandingan pencak silat mahasiswa tingkat nasional ini.

Didepan pintu gerbang aku melangkah berlahan sambil menatap suasana sekelilingnya dengan pandangan yang sedikit bertanya-tanya dalam hati. Mengapa tidak seramai yang kubayangkan sebelumnya, mana penontonnya? Bisikku dalam hati. Padahal inikan kejuaraan pencak silat antar perguruan tinggi se-Indonesia, pastilah sporter maupun pesertanya tidak sedikit, namun kenyataan ini tidaklah membuatku terlalu kecewa, mungkin masih banyak hal yang lebih menarik dibandingkan banyaknya sporter dan penonton yang belum tentu sebagai mengukur antusiasme dalam kegiatan ini.

Namun hatiku berkata untuk “tetap semangat!!”, walaupun tidak banyak ditontong oleh sporter dari kampusnya masing-masing, namun saya melihat semangat pesilat dari kalangan mahasiswa ini tetap membara. Karena ini adalah gebrakan para mahasiswa untuk kembali mengadakan kejuaraan pencak silat antar mahasiswa se Indonesia Ujur Mas Ali salah satu panitia dari Usakti yang kebetulan pada saat kejuaraan ini Universitas Trisakti menjadi salah satu juara umum.

Kejuaraan pencaksilat di kalangan kampus selama 2 tahun ini seperti tak ada greget ujur Ali, dan inilah waktunya bagi Usakti dengan dukungan dari masyarakat silat dan PB. IPSI dapat menyelenggarakan kegiatan akbar ini. Tentunya kami juga tak lupa peran sponsor yang turut mendukung acara tersebut.

Walaupun tak banyak diliput oleh media massa elektronik namun kegiatan ini menjadikan semangat baru bagi pesilat di kalangan mahasiswa, karena kita mengetahui tidak sedikit pesilat nasional saat ini adalah mahasiswa dari berbagai universitas. Dan tentunya dari kalangan mahasiswa, pencak silat diharapkan menjadi salah satu olahraga yang dapat di pelajari dan dikembangkan sebagai olahraga yang mampu bersaing dengan olahraga beladiri lainnya yang tumbuh subur di kampus-kampus lainnya.

Dari pesilat mahasiswa diharapkan dapat melahirkan opini yang positif dalam hal perkembangan dalam keilmuan yang dapat digali secara universal dalam pemikiran yang global, tentunya akan sangat bermanfaat untuk wacana yang dapat dicerna oleh masyarakat indonesia yang selama ini mengenal pencak silat dalam sisi yang berbeda sehingga gambaran dan image pencak silat sebagai olahraga yang memiliki nilai seni dan budaya ini dapat dipahami sebagai olahraga beladiri yang lebih luas sehingga akan menambah daya tarik tersendiri.

Keikutsertaan masyarakat umum dalam mempromosikan pencak silat sebagai budaya merupakan nilai tambah yang positif agar olahraga ini menjadi olahraga yang seutuhnya tidak bersifat klenik seperti apa yang digambarkan oleh pemikiran dan pandangan yang selama ini masih menghantui sebagian orang.

Saat ini masyarakat pada umumnya sulit menikmati sajian pencak silat sebagai olahraga beladiri yang dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung, sebagai contoh olahraga tinju, yang dapat disajikan sebagai olahraga yang sangat menghibur, apalagi dengan pencak silat yang memiliki aspek seni dan beladiri yang menarik, ditambah dengan tabuhan gamelan yang unik dan khas. Tentunya banyak yang dapat di angkat dari pencak silat sebagai olahraga yang universal, tentunya kita harus kreatif dalam mengemasnya.

Namun masyarakat sudah terlanjur mengeneralisasi baik secara sadar maupun tidak terhadap olahraga ini, tidak jarang pandangan maupun image kampungan, klenik dan masih banyak lagi cap kurang nyaman didengar terhadap olahraga silat ini.

Dan sepertinya image seperti ini bukanlah murni dari pendangan masyarakat itu sendiri, karena kita ketahui banyak media yang menggambarkan pencak silat sebagai ilmu kanuragan yang bersifat metafisik yang sulit dijabarkan dengan dunia ilmu pengetahuan yang lebih kongkrit dan real. Walaupun ada beberapa perguruan yang berhasil mengangkat pencak silat yang dapat dipahami secara umum, baik keilmuan yang dikandungnya maupun manfaat yang dapat dirasakan oleh para anggotanya, sebut saja pencak silat merpati putih dan lembaga seni pernafasan satria nusantara.

Banyak yang perlu dipelajari dalam mengembangkan olahraga ini, mungkin dua contoh perguruan diatas menjadi guru yang baik bagaimana mengelola sebuah perguruan yang dapat diterima oleh masyarakat secara umum, baik secara keilmuan maupun pengelolaan organisasi yang baik.

Dan inilah tugas generasi muda untuk kembali meluruskan mana yang pencak silat sebagai seni dan budaya dengan silat yang diartikan dalam tanda kutip sebagai ilmu kanuragan yang mengandalkan matra-matra tanpa melakukan gerakan silat sedikitpun. Dengan pencak silat yang sesungguhnya dengan 4 aspek yang terkandang didalamnya.

Namun itulah keunikan dari olahraga ini, sebagai negeri sumber tumbuh dan berkembangnya olahraga pencak silat, tentu ini menjadikan kita lebih kaya akan ilmu-ilmu beladiri yang tumbuh dan berkembang dari nenek moyang kita hingga sekarang.

Peran mahasiswa tentunya sangat diharapkan agar pencak silat terus berkembang dengan dukungan PB.IPSI dan masyarakat silat di tanah air, harapan kita bersama pencak silat aka terus berkembang dengan dukungan masyarakat luas. Dan tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

By : Yanweka
Catatan kejuaraan pencak silat Antar mahasiswa Agustus 2005