Baru-baru ini kejuaraan Pencak Silat antar Perguruan sedikit berbeda dengan sebelumnya, dimana sebelumnya setiap atlit diwajibkan menggunakan pakaian hitam-hitan tanpa logo perguruan yang ada hanya satu logo yaitu logi IPSI.

Namun kali ini sedikit berbeda, IPSI sepertinya ingin mencari suasana baru dalam hal kejuaraan antar perguruan yang akhir-akhir ini hanya diikuti oleh perguruan yang itu-itu saja.

Memang banyak pertanyaan kemanakah perguruan pencak silat lainnya?, jangan-jangan ada kejuaraan antar perguruan yang diselenggarakan selain IPSI, karena bosan dengan aturan-aturan yang dibuat oleh IPSI yang katanya terlalu mengkembiri pencak silat itu sendiri.

Kembali kemasalah sebelumnya, bahwa IPSI ternyata memiliki kreatifitas yang bagus juga, sehingga memikat perguruan untuk sedikit berbangga dengan pakaian khasnya masing-masing, ada yang hitam-hitam, ada yang merah-merah, ada yang kuning-kuning, dan lain-lainnya.

Tentu kalau dibayangkan menjadi cukup semarak bukan??, Nanti dulu ada yang kelewat kreatif juga nampaknya IPSI hingga ada perguruan yang menggunakan seragam IPSI maksudnya adalah atlit-atlit IPSI ikut juga dalam kejuaraan ini, lalu mewakili perguruan manakah mereka, atau jangan-jangan IPSI memposisiskan dirinya sebagai perguruan? Apakah bukan langkah mundur atau langkah maju.

Menjadi tandatanya yang cukup besar juga bagi penonton dan juga sebagian besar peguruan yang ikut dalam ajang ini, sebab kalau kejuaraan ini bertujuan mencari bibit pesilat dari perguruan yang ikut dalan kejuaraan tersebut mengapa IPSI bersusah payah menurunkan atlit gemblengannya.

Mungkin saatnya tetap berfikir positif saja dahulu, karena toh kejuaraan ini juga diprakarsai oleh IPSI, jadi terserah IPSI sajalah, anggap saja kejuaraan antar peguruan ini merupakan ajang TRYOUT menguji kemampuan Pesilat Perguruan dengan Pesilat dari IPSI.

Yang terakhir lalu siapa yang menang? Yah tonton sajalah, anggap saja hiburan 

Yanweka