Maju Bersama melalui Pencak Silat

Memperkenalkan pencak silat bisa dari mana saja, kapan saja, dimana saja, pencak silat yang kita kenal saat ini tumbuh dan akan terus berkambang, dan tentunya masyarakat pencak silat merupakan sumber inspirasi bagaimana memperkenalkan pencak silat hingga membangunnya menjadi Olahraga dunia.
Kabar akhir-akhir ini tentang Pencak Silat di Indonesia memang kurang mengembirakan, ketertarikan masyarakat kepada olahraga ini semakin menyusut, entah karena pencak silat memang bukan sebagai bidang yang dapat menghasilkan uang atau karena alasan lainnya dan salah satu yang cukup kita sayangkan adalah prestasi hanya dipandang sebatas penghargaan semata, selebihnya tidak ada nilai lebih, jadi wajarlah bila banyak pesilat ataupun olahragawan di Indonesia tidak mendapatkan perhatian yang khusus olah pemerintah, menyebabkan minat anak muda untuk terjun ke bidang olahraga prestasipun cendrung menurun.
Namun keterputus asaan akan memperpuruk keadaan, walaupun olahraga ini tidak menunjang masa depan seseorang namun masih banyak pula orang-orang yang perduli karena Kecintaan mereka terhadap olahraga ini.
Kecintaan inilah yang melahirkan generasi dalam masyarakat pencak silat itu sendiri, mereka berupaya keras bagaimana agar pencak silat dapat terus berkembang tidak hanya dinegerinya sendiri namun hingga kepenjuru dunia. Kecintaan inilah modal utama yang membuat mereka tetap bersemangat memperjuangkan pencak silat hingga saat ini.
Mempopulerkan pencak silat memang tidak hanya tugas dari perguruan silat, IPSI dan PERSILAT, diharapkan individu khususnya pesilat didalamnya ikut mempopulerkannya melalui cara yang mungkin bisa dilakukan, misalnya saja dengan memberikan dukungan sponsor pada kegiatan-kegiatan pencak silat, membuat buku tentang pencak silat Indonesia ataupun mengembangkan media Komunikasi kepada pesilat-pesilat lainnya.
Bahkan banyak pelatih silat yang tidak dibayar untuk melatih pesilat didikannya, dengan semangat dan penuh pengabdian pelatih-pelatih tersebut tetap setia memberikan apa yang bisa diberikan terbaiknya. Walaupun tidak sedikit juga yang melatih berlandaskan niat komersial. Kedua-duanya tetap baik dan terpuji. Toh manusia juga punya kebutuhan misalnya saja untuk trasportasi yang semakin hari semakin mahal, apakah seorang pelatih harus nombok / tekor untuk sebuah ilmu yang akan disumbangkan kepada anak-anak bangsa ini.
Lalu kenapa dunia glamor yang sering diyangkan oleh televisi mendapatkan sambutan yang antusias kalangan muda, nah inilah salahsatu catatan bagi para tokoh masyarakat pencak silat untuk berupaya mengimbanginya.
Tokoh-tokoh pencak silat di Indonesia berupaya memberikan dukungan kepada pencak silat, baik prestasi sebut saja Pak Eddy Nalapraya yang berupaya keras mempromosikan pencak silat ke tingkat dunia, Adapula Pak Oyong Karma Yudha sangat memberkan dukungannya dalam organisasi di tubuh PB IPSI hingga saat ini.
Selain itu bila membutuhkan buku-buku tentang pencak silat yang ditulis dalam beberapa bahasa anda bisa menemui buku karangan Bapak Oong Maryono, judulnya “Pencak silat merentang waktu” buku tersebut padat mengisahkan pencak silat di Indonesia.
Tercatat pula beberapa perusahaan salah satunya yang cukup menonjol adalah Perusahaan Panasonic yang dikomandani oleh Bapak Rachmat Gobel yang memberikan dukungan dan perhatian yang sangat serius bagi pengembangan pencak silat, panasonicpun selalu memberikan dukungan di event-event kejuaraan nasional maupun Internasional.
Jadi kesimpulannya adalah siapa saja dapat ikut mempromosikan pencak silat dengan apa yang bisa dilakukan, karena pencak silat membutuhkan SDM yang banyak dan mampu membawa nama baik pencak silat di Bumi Indonesia. Tugas berat ini dapat dipikul bersama dalam satu tujuan tidak terpecah dalam pemahaman yang sempit dan harus mampu bergerak dalam orientasi global.
Sepertinya halnya perguruan besar yang diharapkan dapat memberikan dukungan kepada perguruan yang lain, persaingan memang akan membantu kwalitas sebuah perguruan dengan perguruan lainnya, namun kerjasama antar perguruan pencak silat di Indonesia harus kembali ditumbuhkan, mengingat persaingan yang saat ini ada semakin membuat jarak antara satu perguruan dengan perguruan lainnya, padahal persaingan yang sehat akan memupuk prestasi dan menghasilkan pesilat-pesilat yang dapat diandalkan.
Oleh karena itu pesilat dari perguruan manapun boleh saja memiliki identitas dirinya melalui perguruannya, namun pesilatpun diharapkan dapat memberikan kosntribusi khususnya kepada pencak silat itu sendiri tidak hanya perguruannya semata.
Yanweka
Sebagian besar pengguna internet sudah tidak asing lagi dengan istilah milist (mailing list), yaitu salah satu bentuk komunikasi online diantara anggota yang terlibat di dalamnya. Anggota hanya perlu mendaftarkan diri di dalamnya dan setelah itu ia akan mendapatkan berbagai informasi, dari mulai yang penting hingga sekedar kelakar diantara anggotanya.

Melihat dari dekat kegiatan di Padepokan Nasional Pencak Silat Indonesia yang berlokasi di Kawasan
Kejayaan Pencak silat di Tanah air akhir-akhir ini semakin menyurut baik prestasi maupun sumber daya manusia yang semakin berkurang. Masyarakat pun mengetahui bahwa pencak silat sebagai olahraga beladiri warisan leluhur yang hingga hari ini masih belum bangun dari tidur panjangnya.
Secara jujur kalangan pesilat di Jakarta mengakui sepinya aktifitas pencak silat diPadepokan Nasional Pencak Silat Indonesia (PnPSI), walupun demikian masih terdapat pesilat – pesilat dari beberapa perguruan yang berusaha memanfaatkan untuk berlatih pada hari-hari libur khususnya.
Sebuah Surat Pembaca yang menanyakan tentang pencak silat diharian Suara Merdeka, isinya sebagai berikut :
Banyak yang bertanya, bagaimana sih mempromosikan pencak silat agar olahraga ini bisa sedikit populer dikalangan masyarakat, pertanyaan tersebut tentunya dapat dijawab dengan macam-macam solusi, asalkan sarananya memadai.
Sedih bercampur prihatin, begitulah yang dirasakan oleh pengelola situs silatindonesia.com mengungkapkan pada saya beberapa waktu lalu.
Dunia menjadi semakin semarak dengan semakin berkembangnya dunia Teknologi, segala sendi kehidupan seolah dimanjakan dengan aneka produk hasil pengembangan teknologi yang semakin hari semakin berkembang.