SSI - Sketsa Silat Indonesia ::

April 28, 2006

Maju Bersama melalui Pencak Silat

Filed under: Sketsa

Memperkenalkan pencak silat bisa dari mana saja, kapan saja, dimana saja, pencak silat yang kita kenal saat ini tumbuh dan akan terus berkambang, dan tentunya masyarakat pencak silat merupakan sumber inspirasi bagaimana memperkenalkan pencak silat hingga membangunnya menjadi Olahraga dunia.

Kabar akhir-akhir ini tentang Pencak Silat di Indonesia memang kurang mengembirakan, ketertarikan masyarakat kepada olahraga ini semakin menyusut, entah karena pencak silat memang bukan sebagai bidang yang dapat menghasilkan uang atau karena alasan lainnya dan salah satu yang cukup kita sayangkan adalah prestasi hanya dipandang sebatas penghargaan semata, selebihnya tidak ada nilai lebih, jadi wajarlah bila banyak pesilat ataupun olahragawan di Indonesia tidak mendapatkan perhatian yang khusus olah pemerintah, menyebabkan minat anak muda untuk terjun ke bidang olahraga prestasipun cendrung menurun.

Namun keterputus asaan akan memperpuruk keadaan, walaupun olahraga ini tidak menunjang masa depan seseorang namun masih banyak pula orang-orang yang perduli karena Kecintaan mereka terhadap olahraga ini.

Kecintaan inilah yang melahirkan generasi dalam masyarakat pencak silat itu sendiri, mereka berupaya keras bagaimana agar pencak silat dapat terus berkembang tidak hanya dinegerinya sendiri namun hingga kepenjuru dunia. Kecintaan inilah modal utama yang membuat mereka tetap bersemangat memperjuangkan pencak silat hingga saat ini.

Mempopulerkan pencak silat memang tidak hanya tugas dari perguruan silat, IPSI dan PERSILAT, diharapkan individu khususnya pesilat didalamnya ikut mempopulerkannya melalui cara yang mungkin bisa dilakukan, misalnya saja dengan memberikan dukungan sponsor pada kegiatan-kegiatan pencak silat, membuat buku tentang pencak silat Indonesia ataupun mengembangkan media Komunikasi kepada pesilat-pesilat lainnya.

Bahkan banyak pelatih silat yang tidak dibayar untuk melatih pesilat didikannya, dengan semangat dan penuh pengabdian pelatih-pelatih tersebut tetap setia memberikan apa yang bisa diberikan terbaiknya. Walaupun tidak sedikit juga yang melatih berlandaskan niat komersial. Kedua-duanya tetap baik dan terpuji. Toh manusia juga punya kebutuhan misalnya saja untuk trasportasi yang semakin hari semakin mahal, apakah seorang pelatih harus nombok / tekor untuk sebuah ilmu yang akan disumbangkan kepada anak-anak bangsa ini.

Lalu kenapa dunia glamor yang sering diyangkan oleh televisi mendapatkan sambutan yang antusias kalangan muda, nah inilah salahsatu catatan bagi para tokoh masyarakat pencak silat untuk berupaya mengimbanginya.

Tokoh-tokoh pencak silat di Indonesia berupaya memberikan dukungan kepada pencak silat, baik prestasi sebut saja Pak Eddy Nalapraya yang berupaya keras mempromosikan pencak silat ke tingkat dunia, Adapula Pak Oyong Karma Yudha sangat memberkan dukungannya dalam organisasi di tubuh PB IPSI hingga saat ini.

Selain itu bila membutuhkan buku-buku tentang pencak silat yang ditulis dalam beberapa bahasa anda bisa menemui buku karangan Bapak Oong Maryono, judulnya “Pencak silat merentang waktu” buku tersebut padat mengisahkan pencak silat di Indonesia.

Tercatat pula beberapa perusahaan salah satunya yang cukup menonjol adalah Perusahaan Panasonic yang dikomandani oleh Bapak Rachmat Gobel yang memberikan dukungan dan perhatian yang sangat serius bagi pengembangan pencak silat, panasonicpun selalu memberikan dukungan di event-event kejuaraan nasional maupun Internasional.

Jadi kesimpulannya adalah siapa saja dapat ikut mempromosikan pencak silat dengan apa yang bisa dilakukan, karena pencak silat membutuhkan SDM yang banyak dan mampu membawa nama baik pencak silat di Bumi Indonesia. Tugas berat ini dapat dipikul bersama dalam satu tujuan tidak terpecah dalam pemahaman yang sempit dan harus mampu bergerak dalam orientasi global.

Sepertinya halnya perguruan besar yang diharapkan dapat memberikan dukungan kepada perguruan yang lain, persaingan memang akan membantu kwalitas sebuah perguruan dengan perguruan lainnya, namun kerjasama antar perguruan pencak silat di Indonesia harus kembali ditumbuhkan, mengingat persaingan yang saat ini ada semakin membuat jarak antara satu perguruan dengan perguruan lainnya, padahal persaingan yang sehat akan memupuk prestasi dan menghasilkan pesilat-pesilat yang dapat diandalkan.

Oleh karena itu pesilat dari perguruan manapun boleh saja memiliki identitas dirinya melalui perguruannya, namun pesilatpun diharapkan dapat memberikan kosntribusi khususnya kepada pencak silat itu sendiri tidak hanya perguruannya semata.

Yanweka

April 27, 2006

Milis Pencak Silat Indonesia

Filed under: Sketsa

Sebagian besar pengguna internet sudah tidak asing lagi dengan istilah milist (mailing list), yaitu salah satu bentuk komunikasi online diantara anggota yang terlibat di dalamnya. Anggota hanya perlu mendaftarkan diri di dalamnya dan setelah itu ia akan mendapatkan berbagai informasi, dari mulai yang penting hingga sekedar kelakar diantara anggotanya.

Kekuatan milis ternyata sangat luar biasa, dari komunitas hobby hingga komunitas yang sifatnya lebih seriuspun memanfaatkan milis sebagai sarana bertukar informasi. salah satunya adalah milis pencak silat yang kita ikuti ini, bila saja sesama anggota jeli melihat peluang dalam berinterkasi dengan kawan-kawan pesilat lainnya, ada banyak hal yang bisa kita raih dan kita manfaatkan sebesar-besarnya untuk pengembangan pencak silat, berupa Informasi kegiatan, Silaturahmi, berbagi Ilmu dengan temen-temen lainnya dari belahan dunia manapun.

Tidak hanya itu milispun berupaya membuka pemahaman saling berbagi, terbuka dalam membangun pencak silat dari pesilat dengan berbagai latarbelakang perguruan aliran hingga lokasi dan wawasan, dimilis ini tidak ada perbedaan semua sama.

Melalui milispun akan terbentuk sebuah komunitas lintas perguruan, lintas lokasi hingga lintas negera, tidak ada pembatasan dalam membangun komunitas ini, dan jangan heran bila kita dapat menemui sebuah milis komunitas penghobi yang melakukan aktifitasnya bersama dari sekedar berkumpul hingga membuat sebuah acara yangsifatnya sosial.

Dalam berinterkasi dengan anggota – anggota lainnya, diharapkan melalui milis akan tercipta wacana maupun opini yang mengasah kepedulian anggota-anggotanya, karena dengan terciptanya opini yang kreatif dan inovatif akan membuka peluang Ide yang dapat terealisasi yang ujung0ujungnya adalah sebuah kegiatan yang sangat bermanfaat untuk pencak silat itu snediri.

Kalau anda rajin googling di mesin pencari kita dapat menemukan berbagai milis pencak silat, anda yang hanya mengkhususkan untuk sebuah perguruan saja hingga milis yang sifatnya terbuka, untung rugi dari sifat milis tersebut tergantung pada anggota-anggotanya, bila mereka memang berniat mancari kawan pesilat lainnya tanpa harus memandang dari perguruan mana anda berasal, “Silatbogor” mungkin salah satu dari puluhan milis yang ada diinternet yang berupaya membuka selebar-lebarnya anggota dari perguruan manapun.

Bagi anda yang ingin menjadi anggota milis tersebut jangan takut berinteraksi dengan anggota-anggota lainnya, Satu lagi kelebihan sebuah milis terkadang hubungan pertemananpun terasa lebih akrab walaupun mereka belum pernah bertemu sekalipun, pendapat sekecil apapun akan sengat berarti, dibandingkan dengan hanya diam dan membaca tulisan temen-teman lainnya, pendapat anda adalah modal utama agar milis ini tetap berkembang.

Oke, Mungkin untuk saatnya kita coba membuka lembaran-lembaran ini, satu demi satu tentunya tanpa adanya dukungan dari anda milis inipun hanya sekedar milis lainnya, mengapa tidak kita coba untuk sedikit berbeda. maju terus pencak silat.

Salam
yanweka

Kejurnas Pesilat Putri 21 April 2006

Filed under: Sketsa


Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2006, PB. IPSI mengadakan Kejuaraan Nasional Pencak Silat Putri 2006 yang berlangsung 2 hari di Kawasan Padepoakan Nasional Pencak Silat Indonesia.

Acara ini sekaligus merupakan refleksi untuk penghargaan kepada salah satu pahlawan sekaligus tokoh “perempuan” yaitu Raden Ajeng Kartini yang lahir pada tanggal 21 April 1879, yang perjuangannya dalam memperjuangkan hak dan derajat kaumnya.

Sosok Ibu Kartini adalah wanita yang anggun tetapi memiliki semangat juang tinggi, Tidak salah kalau sebagai tanda penghormatan atas jasa-jasanya, tanggal kelahiran Ibu Kartini selalu kita peringati. Tetapi akan lebih berarti lagi jika kita bukan sekadar mengetahui atau merayakannya. Yang penting adalah justru meneruskan apa yang dicita-citakan ibu kita itu.

Perjuangan kartini-kartini dimasa era globalisasi saat ini perlu diresapi dengan pengetahuan terutama wawasan ilmu dan persamaan hak sesuai dengan kemampuan seorang wanita, dan tidak salah lagi salah satu kegiatan kejuraaan yang berorientasi prestasi digelar khusus pesilat putri yang dibuka oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono belum lama ini.

Prestasi pesilat Putri dalam ajang kejurnas saat ini kelihatannya cukup merata walaupun prestasi atlit dari Jawa Barat masih mendominasi. Namun semangat pesilat pada umumnya cukup diberikan aplus yang baik, sebagai contoh Atlit dari Kalimantan yang datang dengan teamnya, ada sedikit keunikan dari pesilat –pesilat Kalimantan ini, terutama disaat acara pembukaan waktu lalu yg mereka menampilkan kesenian daerahnya yg cukup unik.

Pencak Silat Indonesia memang sedang mengalami masa krisis prestasi, dimana pesilat putrid beberapa kali gagal meraih prestasi di Tingkat Asia maupun dunia, kegagalan ini menjadi soroton PB. IPSI terhadap prestasi pencak silat di Indonesia. Tentunya kejuaraan ini akan membangkitkan gairah bagi pencak silat Putri pada khususnya.

Lalu ada pertanyaan “apakah Indonesia masih tetap sebagai Negara sumber Ilmu Pencak silat “, jawabannya paling mudah adalah “MASIH” karena secara esensi Indonesia masih merupakan Negara yang memiliki aliran silat yang cukup banyak, dan tentunya kalah atau menang dalam sebuah kejuaraan bukanlah sebagai tolak ukur keilmuan.

Selain itu masih banyak aliran yang belum tergali karena sifatnya yang masih tradisional dan tidak diajarkan secara umum, namun kita yakin kerjakeras IPSI dalam mengungkap pencak silat Indonesia sebagai asset bangsa akan tetap dilakukan, sedangkan apresiasi bahwa pencak silat dapat dilombakan sebagai olahraga yaitu melalui lomba dan kejuaraan.

Peran pesilat Putri dalam kancah kejuaraan maupun dalam pengembangan pencak silat sebenarnya sangat dibutuhkan, oleh sebab itu acara acara kegiatan seperti kejuaraan khusus putri diharapkan akan menumbuhkan kesadaran bagi pesilat putri untuk tetap berkonsentrasi dalam olahraga ini maupun melalui seni yang dikandungnya.

Dengan harapan bahwa Indonesia tidak hanya kaya akan budaya namun kaya akan pesilat perempuan yang memiliki wawasan dan tentunya semangat juang seperti apa yang dicita-citakan oleh Ibu Kartini dahulu.

Yanweka – Catatan Kejurnas Putri 2006

April 13, 2006

Berkunjung ke Padepokan Pencak Silat

Filed under: Sketsa

Melihat dari dekat kegiatan di Padepokan Nasional Pencak Silat Indonesia yang berlokasi di Kawasan TMII Jakarta, salah satu koresponden situs Silatindonesia.com menyempatkan berkunjung kepadepokan tersebut sekedar melihat-lihat suasana dan kegiatan-kegiatan dihari minggu pagi.

Pagi ini saya sengaja datang agak siang kepadepokan, dahulu waktu masih aktif di pencak silat saya sering berkunjung dipagi hari untuk berlatih bersama kawan-kawan, dengan bermodalkan sepada motor butut namun semangat kami pada waktu melebihi semangat altit nasional yang berlatih tidak jauh dari tempat kami berada.

Walaupun tidak mendapatkan tempat yang layak seperti atlit-atlit yang sedang berlatih, namun tempat ini menjadi tempat paling favorit bagi kami berlatih. Dengan beralaskan rumput tepat didepan gedung perpustakaan yang setiap minggu selalu tutup, walaupun kadang-kadang ada niat untuk sekedar mengintip melalui kaca jendela untuk melihat ada apa didalam sana.

Lamunan masa lalu membuatku sedikit bersemangat kembali, ingin mengetahui sejauh mana perkembangan Padepokan dengan segala fasiltas yang katanya untuk membinaan atlit-atlit nasional maupun International, sayang kami bukan dari kedua-duanya jadi tidak pernah menikmati matras yang empuk, hotel yang enak dan segala fasiltas yang ada.

Pagi ini beberapa pesilat dari sebuah perguruan menempati ruang yang cukup enak dengan alas matras yang empuk, tentunya sangat tepat buat berlatih tanding, dilokasi lainnya ada juga salah satu perguruan yang tak asing lagi buat saya.

Saya memberanikan diri mendekat dimana mereka berlatih, jabat-tangan mewarnai perkanalan saya ditengah-tengah mereka yang saat itu sedang berlatih.

Adalah Pak Awang yang kebetulan sedang melatih beberapa siswa silatnya, ditengah-tengah istirahat saya sempatkan berbincang-bincang dengan beliau, terutama mengenai perkembangan pencak silat KPS Nusantara dan pencak silat secara umum.

Pencak silat secara umum saat ini memang tidak semarak seperti dahulu, namun bagi KPS Nusantara jumlah pesilat bukanlah standar mutu bagi perkembangan silat itu sendiri, saat ini KPS Nusantara memiliki Jumlah pesilat sekitar 700 orang untuk DKI Jakarta, Ujur Pak Awang. Namun kenyataan bahwa silat sulit dikembangkan di sekolah-sekolah ternyata menjadi topik utama pembicaraan kami kali ini, walaupun dilihat dari media massa pemerintah mendukung kegiatan pencak silat terutama di sekolah, namun masih terdapat beberapa sekolah Negeri yang jelas-jelas menolak kegiatan silat di sekolahnya.

Hal ini menjadi perbincangan yang cukup seru antara saya, Pak Awang dan juga Pak Nur yang menjabat sebagai Litbang Kps Nusantara saat ini.

Hasil akhir kesimpulan yang bisa saya tanggkap adalah, perlunya sosialisasi kembali kegiatan silat disekolah kepada kepala sekolah terutama sekolah-sekolah negeri, karena kurangnya informasi menyebabkan silat sulit masuk sebagai kegiatan estrakulikuler disekolah-sekolah di DKI Jakarta.

Catatan lain adalah bahwa pencak silat harus mendapatkan dukungan Positif dari pemerintah, karena tanpa adanya dukungan pemerintah mungkin pencak silat akan semakin tertinggal, karena subsidi kepada pencak silat sangat diperlukan karena mengingat pencak silat membawa misi seni dan budaya Indonesia.

Penulis : Yanweka

April 12, 2006

Kejayaan Pencak silat

Filed under: Sketsa

Kejayaan Pencak silat di Tanah air akhir-akhir ini semakin menyurut baik prestasi maupun sumber daya manusia yang semakin berkurang. Masyarakat pun mengetahui bahwa pencak silat sebagai olahraga beladiri warisan leluhur yang hingga hari ini masih belum bangun dari tidur panjangnya.

Semangat yang pernah terpancarkan melalui sebuah Motto ” Pencak silat Menembus dunia” pada era Pemerintahan Pak Suharto, hari ini jarang terdengar lagi. Bila kita kembali dimasa-masa dimana pencak silat mendapatkan tempat di hati penguasa negeri ini, seolah pencak silat akan menjadi olahraga yang sangat populer dan menjadi kebanggaan bangsa.

Pak Harto memang sangat peduli dengan kesenian dan budaya bangsa, karena alasan tersebut pak harto melalui Ibu Tien suharto memberikan dukungan yang sangat kuat kepada Pencak Silat di Tanah Air.

Sebuah Padepokan Nasional Untuk Kalangan Silat Dunia telah berdiri dengan kokoh dan angun. dengan harapan disanalah akan lahir pesilat-pesilat yang mampu membawa Indonesia sebagai negara yang besar, negera yang memiliki Jati Diri dengan memegang kuat tradisi sebagai budaya yang akarnya memiliki semangat dalam membangun bangsa.

Cita-cita ini bukan sekadar simbol semata karena dengan melihat kondisi saat ini, Indonesia membutuhkan Pendekar-pendekar sejati yang mungkin akan lahir dari tangan-tangan yangbersih memiliki Visi yang jelas.

Pedepokan sebagai sarana pendidikan, Pelatihan, sumber keilmuan termasuk didalamnya adalah mengembangkan sumber daya manusia khususnya dalam pembinaan menjadi pesilat yang profesional, dengan membuat program-program nyata menjadikan padepoan ini akan menjadi hidup dan lebih hidup dengan dukungan pesilat dari seluruh Indonesia melalui wakil-wakilnya yang duduk di Jajaran Pengda IPSI di daerahnya masing-masing.

Memang masalah selalu hadir mewarnai setiap perjalanan panjang pencak silat Indonesia, bila kita coba melihat bagaimana IPSI bisa menyatukan Visi dan Misi Perguruan silat yang ada pada masa penjajahan dahulu, merupakan prestasi yang luar biasa karena kita tahu bahwa fanatisme perguruan=perguruan silat pada masa itu bukan masalah yang mudah di atasi.

Dengan Niat dan tekat yang bulat akhirnya 10 perguruan historispun meleburkan visinya bersama dalam membangun pencak silat menjadi olahraga prestasi yang bisa dipertandingkan, dipejari secara umum dan sikap-sikap fanatisme yang tertanam disetiap perguruan semakin berkurang.

Belum lagi dengan prestasi IPSI lainnya dalam mengembangkan pencak silat ke mancanegara, tercatat hingga saat ini sudah 25 lebih negera mengembangkan pencak silat secara aktif.

Kerjakeras IPSI tidak terlepas dari seorang Nama “EDDY M. NALAPRAYA yang etos kerja, motivasi dan kerjakerasnya membuahkan hasil yang sangat maksimal.
kerjakeras inipun belum berakhir, dengan dibentuknya organisasi Pencak Silat dunia (PERSILAT) yang fungsi sebagai wadah bagi pencak silat dunia yang semakin hari menunjukkan kemajuan yang positif. kejuraan duniapun berlangsung secara rutin diselenggarakan di negera-negera anggota persilat.

Kegembiraan ini tidak terjadi di negeri asal pencak silat yaitu Indonesia, kejayaan pencak silat sebagai olahraga yang dicita-citakan menjadi olahraga kebanggaan bangsa ternyata tidaklah mendapatkan tempat dihati masyarakat pada umumnya. pencak silat tetap berada pada olahraga yang dinilai kampungan dan sulit berkembang, ditambah dengan peran pemerintah yang masih kurang membina pencak silat menjadi olahraga yang dapat berkembang baik di negerinya sendiri.

Kekayaan budaya bangsa ini seolah bukanlah sesuatu yang berharga, jika wajarlah bila peran pemuda yang sepatutnya mencintai olahraga ini ternyata tidak mengenal pencak silat lebih dekat.

Situasi seperti ini bukanlah hal yang baru, karena masyarakatpun sebenarnya membutuhkan informasi yang lebih banyak dari organisasi-organisasi pencak silat di Tanah Air, kurang berminatnya masyarakat umum terhadapolahraga ini kemungkinan berasal dari banyaknya informasi yang kurang sehingga pencak silat menjadi olahaga yang terkesan kampungan.

Kesan ini akan berkurang bila, lembaga-lembaga yang berkepentingan mau memberikan informasi kepada masyarakat bahwa silat mengandung manfaat yang luas.

Namun sayangnya Informasi tersebut tidak bisa menyerap kepada lapisan masyarakat secara umum, sehingga dibutuhkan cara-cara lain agar dukungan kepada pencak silat ini memberikan nilai positif untuk perkembangan selanjutnya.

Namun perlu dicatat pula bahwa keseriusan IPSI merupakan ujung tombak dalam pengembangan olahraga ini, IPSI memiliki sejarah panjang yang tentunya memiliki pengalaman. timggal kini bagaimana mengelola pencak silat ini dengan ide – ide kreatif dan menumbuhkan semangat baru yang dapat membangkitkan perguruan-perguruan yang saat inipun mulai menghilang satu demi satu.

Apalagi IPSI dan Pesilat didukung oleh Figur-figur pemimpin yang tak asing lagi didunia persilatan Dunia, tentunya figur seperti Pak Eddy Nalapraya, Prabowo Subiakto, Oyong Karmayudha, dan Pak Rahmat Gobel menjadikan pencak silat memiliki esensi dalam membangun bangsa pada khususnya melalui pencak silat.

Mudah-mudahan apa yang kita cita-citakan menjadikan pencak silat sebagai olahraga dunia bisa terwujud, dengan catatan bahwa niat luhur ini harus diikuti oleh jajaran IPSI lainnya yang harus berkomitmen dan tidak hanya mengandalkan pemerintah semata dan menyatukan sinergi seluruh kekuatan yang ada saling bahu membahu membangun bersama untuk menjadikan silat ini milik bangsa.

Catatan : IPSI adalah lembaga yang mewakili Pencak Silat Secara umum, jadi bila ada pengurus IPSI yang hanya mementingkan pribadi dan perguruannya semata lebih baik orang itu harus mengundurkan diri.

Penulis : Yanweka

April 11, 2006

Sepinya padepokan Pencak Silat

Filed under: Sketsa

Secara jujur kalangan pesilat di Jakarta mengakui sepinya aktifitas pencak silat diPadepokan Nasional Pencak Silat Indonesia (PnPSI), walupun demikian masih terdapat pesilat – pesilat dari beberapa perguruan yang berusaha memanfaatkan untuk berlatih pada hari-hari libur khususnya.

Kegiatan pencak silat sebenarnya cukup padat dan sudah terprogram sepanjang tahun ini terutama untuk kejuaraan dari daerah hingga tingkat nasional, namun sayangnya kegiatan ini tidak dipublikasikan kepada masyarakat secara umum, wajar saja bila banyak pertanyaan yang timbul ditengah-tengah masyarakat, seolah kegiatan pencak silat tidak dikelola dengan profesional, sehingga keseriusan penyelenggaraan kegiatan ini kurang mendapatkan respons dari masyarakat.

Pihak IPSI mengeluhkan kurang berminatnya masyarakat umum untuk mengikuti kegiatan pencak silat, maupun mendukung kegiatan – kegiatan dari IPSI.

Namun kenyataannya masyarakat selama ini memang tidak pernah atau kurang mendapatkan informasi dari IPSI khususnya melalui media yang mudah dilihat, diakses oleh mereka.

Bagaimana masyarakat mengetahui pencak silat lebih detail, bila selama ini mereka tidak mendaptkan informasi yang benar mengenai pencak silat itu sendiri, masyarakat lebih mengenal olahraga beladiri lain yang memang lebih agresif memperkenalkan kepada publik.

Seperti halnya karate dewasa ini cukup dikenal luas oleh masyarakat hingga siswa Sekolah dasar beramai-ramai mengikuti olahraga kareta.

Mungkin ada baiknya pengelola perguruan pada khususnya IPSI, mau tidak mau harus belajar bagaimana mengelola lembaga persilatan ini agar mendapat dukungan masyarakat hingga pemerintah.

Pemerintah sepatutnya memberikan dukungan aktif karena kita mengetahui bahwa pencak silat adalah aset budaya yang selama ini kurang mendaptkan perhatian lebih.

Kalau olahraga beladiri lain bisa berprestasi mengapa pencak silat malah mundur dalam hal prestasinya, seharusnya kemunduruan ini dicarikan solusinya, apakah pembinaannya kurang atau perguruan-perguruan sebagai sumber bibit pesilat selama ini berkurang, tentunya semua masalah ini harus mendapatkan perhatian.

Kalau tidak mungkin suatu saat kelak pencak sila mungkin sulit ditemukan di Tanah Air Tercinta ini, yang menurut sejarah memiliki aliran pencak silat terbanyak hingga 820 aliran, belum ditambah dengan jumlah perguruan yang selama ini ikut berperan dalam membangun pencak silat hingga kemancanegara.

Peran pemerintah memang sepatutnya memberikan perhatian lebih kepada pencak silat, karena silat adalah olahraga yang selama ini menjadikan kebangaan kita sebagai bangsa yang besar.

Masyarakat menunggu peran pemerintah, IPSI dan segenap sesepuh pencak silat dalam sumbangsihnya kembali menumbuhkan rasa cinta kepada olahraga tradional yang saat ini mulai Go International, siapa lagi kalau bukan kita yang bangga akan seni dan budaya kita menjadi olahraga Dunia.

Yanweka

April 7, 2006

Pencak silat saat ini jarang terekspose

Filed under: Sketsa

Sebuah Surat Pembaca yang menanyakan tentang pencak silat diharian Suara Merdeka, isinya sebagai berikut :

Sebagai
pemandu wisata saya membutuhkan pengetahuan khusus tentang olahraga khas di
daerah. Di Kendal, pencak silat saat ini jarang terekspose, berbeda dengan tahun
80-an s.d 90-an. Saat itu pencak silat sangat mudah dijumpai. Salah satu
penyebabnya, olahraga ini dulu masuk kurikulum pendidikan dasar. Dengan demikian
bila ada turis ingin menyaksikan pencak silat, tinggal njujug ke SD mana saja di
wilayah Kendal. Pak Bupati Hendy Boedoro yang sangat perhatian terhadap dunia
olahraga dan pariwisata, ada baiknya jika dhawuh ke kepala Dinas P dan K untuk
memasukkan olahraga ini ke SD.

Bukan untuk menjadi juara dunia, bukan pula mencari popularitas. Pencak silat layak
diwariskan ke generasi muda agar nilai positif seperti jiwa pantang menyerah,
mau belajar dan menghormati orang yang lebih tua selalu ada di benak anak
Kendal.

Aryo Widiyanto, A Md

Jl Sri Agung 234 Cepiring, Kendal


Sumber asli http://www.suaramerdeka.com/harian/0409/25/opi05.htm

Dapatkan pemerintah, organisasi ataupun lembaga terkait dapat menjawab pertanyaan Pak Aryo, karena sedikit banyak ingin mengetahui seberapa jauh peran organisasi dan pemerintah dalam ikut mengembangkan olahraga ini.

Apakah yang telah dilakukan telah optimal atau hanya setengah-setengah, karena di ero Globalisasi Olahraga Silat bukanlah olahraga yang dapat menhasilkan uang banyak, ditambah sedikit sekali peran sponsor baik dari Perusahaan BUMN maupun dari Swasta.

Tanggung Jawab ini sepatutnya perlu ditanyakan kepada Wadahnya, sebab kepada siapa kita harus bertanya, karena program-programnya tentunya ditangan mereka, dan sudah sejauh mana usaha yang telah dilakukan oleh Wadah tersebut.

Kalau Saja Silat tidak menjadi Populer, tentu hanya ada satu penanggung Jawabnya ialah….. ( saya rasa anda sudah tahu)

April 6, 2006

Mempromosikan pencak silat yang tepat

Filed under: Sketsa

Banyak yang bertanya, bagaimana sih mempromosikan pencak silat agar olahraga ini bisa sedikit populer dikalangan masyarakat, pertanyaan tersebut tentunya dapat dijawab dengan macam-macam solusi, asalkan sarananya memadai.

Kalau anda sering menonton televisi swasta kita sering menyaksikan iklan-iklan yang ditayangkan disela-sela acara yang sedang berlangsung. Salah satu iklan yang cukup menarik adalah iklan “Biskuat” dari Danone, mengapa begitu menarik, ternyata iklan tersebut mengilustrasikan seorang anak yang mampu melompat dengan gaya silat “Lompat macan” lengkap dengan guru dan temen-teman pesilat lainnya.

Bukankan ini hal yang cukup bagus, setidaknya Danone melalui biskuatnya memberikan gambaran silat yang selama ini memang jarang digunakan sebagai alat promosi dalam iklan, memberikan rasa percaya diri, bahwa silatpun masih bisa dijual dan memiliki daya tarik yang unik.

Tentunya kita turut mengucapkan terima kasih, karena masih
Tercatat pula beberapa iklan yang menggunakan latarbelakang silat untuk iklan-iklan yang pernah ditayangkan, ambil contohnya iklan rokok jie sam Soe, dan mungkin akan menyusul iklan-iklan lainnya.

Lalu bagaimana promosi melalui film laga, karena cara ini juga ampuh, lihat saja film mandarin ataupun film laga lainnya, dengan ciat..ciat dibeberapa layer lebar teryata sedikti banyak membuat olahraga beladiri ikut dikenal bahkan menjadi popular.

Walaupun beladiri yang ditampilkan di film laga tersebut lebih banyak menampilkan trik kamera untuk membuai penonton untuk tetap menyaksikan film tersebut. Namun focus jalan cerita tetap pada alur tentang beladiri tersebut. Tentunya penonton akan semakin tertarik dengan latarbelakang beladiri yang digunakan.

Tercatat banyak pula actor legendaries yang mengharumkan beberapa beladiri asia yang membuat masyarakat duniapun berbondong-bondong mengikuti les beladiri tersebut.

Lalu sejauh mana dengan film laga yang melukiskan beladiri silat, tentunya cukup banyak pula film-film tersebut diproduksi, namun unsur hiburannya memang lebih diutamakan dibandingkan teknik beladiri pencak silat yang sesungguhnya.

Orang awampun sebenarnya mengetahui betapa ampuhnya silat ini sebagai beladiri, namun berita dan informasi yang didapat kadang-kdang malah menjerumuskan masyarakat itu sendiri misalnya saja dengan banyaknya iklan beladiri dengan transfer ilmu yang hanya cukup satu kali latihan sudah bisa digunakan, atau dengan mantra-mantra yang harus diamalkan, coba perhatikan salah satu majalah mistik di Indonesia, lihat baik-baik beberapa iklan mengenai beladiri didalamnya.

Sialnya lagi-lagi silat menjadi olahraga yang tidak bisa dinalar oleh orang awam, karena orang beranggapan bahwa dengan silat maka orang jadi sakti, dengan silat orang tidak mempan dibacok alias kebal, dan ragam kesaktian lainnya. Padahal apakah dengan silat kita benar-benar bisa sakti, apakah tujuan utama mempelajari beladiri hanya untuk mencari kesaktian? Tentunya jawabannya ada di tangan anda.
Pertanyaan terakhir adalah Promosi seperti apa sih yang tepat bagi silat?

Yanweka

April 5, 2006

Sedih bercampur prihatin, melihat situs silat…

Filed under: Sketsa

Sedih bercampur prihatin, begitulah yang dirasakan oleh pengelola situs silatindonesia.com mengungkapkan pada saya beberapa waktu lalu.
situs silatindonesia.com memang masih sangat berusia muda belum genap berumur satu tahun, dikembangkan sebagai salah satu jawaban untuk memenuhi kebutuhan akan informasi pencak silat yang ada di Indonesia, sebagai situs yang berorientasi nasional.

Situs ini membawa misi seni, budaya dan juga olahraga pencak silat khususnya di Indonesia, sebagai Negara yang katanya kaya akan seni dan budaya dan memiliki moralitas luhur. Selain kekayaan seni, Indonesia juga memiliki budaya saling bergotong royong dan peduli terhadap perkembangan budaya agar lestari dan bisa diwariskan kepada anak dan cucu kita kelak sebagai kebanggaan dan jatidiri bangsa.

Namun kami cukup prihatin dengan kondisi saat ini, karena hanya ingin memperkanalkan pencak silat melalui internet kendala yang dihadapinya ternyata tidak mudah, pencak silat yang notabene sebagai seni budaya warisan leluhur bangsa.

Kesulitan inipun bertambah dengan tidak sedikitnya pesilat yang memang lebih mementingkan perguruannya semata, sehingga informasi menjadi sulit dijangkau.

Kendala lainnya adalah pihak-pihak yang seharusnya menjadi pendorong ataupun penopang situs ini, seharunya memberikan perhatian lebih, contohnya IPSI, perguruan-perguruan silat, seharusnya memberikan perhatian dan semangat dengan berbagai cara, namun sayang harapan tersebut sia-sia. IPSI sepertinya tidak memiliki kepedulian sama-sekali.

Begitupun dengan proposal yang telah kami sebarkan kepada pihak-pihak lain dalam mencari dukungan ternyata hanya masuk ke tong sampah ataupun di delete begitu saja. Dan mungkin inilah saatnya untuk berfikir kembali untuk memperjuangkan situs tersebut yang saat ini kondisinya mulai di tinggalkan oleh para admin-adminnya, karena satu alasan yaitu “Kami masih bisa berkretifitas melalui olahraga lain yang lebih perduli dan lebih cinta”.
:(

April 2, 2006

meningkatkan mutu pencak silat di Indonesia

Filed under: Sketsa



“Don’t ask what your country do you, but what I can do for The country”, berikut kalimat yang pernah dikatakan oleh mendiang John F. Kennedy kepada rakyatnya. Kalimat filosofi ini mengingatkan kepada kita begitu besarnya arti diri kita untuk mengangkat martabat bangsa melalui berbagai cara yang dapat kita lakukan, salah satunya adalah menggali potensi pencak silat dan segala aspek-aspeknya dalam membangun pribadi-pribadi yang unggul.

Untuk mencapai semua itu diperlukan peningkatan mutu pencak silat itu sendiri melalui berbagai cara, upaya untuk meningkatkan mutu pencak silat di Indonesia telah lama dilakukan. Berbagai kegiatan, dalam inovasi dan program yang telah dilaksanakan, salah satu kegiatan yang menjadi agenda rutin adalah mengadakan kejuaraan pada tingkat daerah maupun tingkat nasional, termasuk pembinaan pesilat dalam memenuhi peningkatan mutu sebagai program yang dilaksanakan.

Namun apakah cukup pembinaan dan pelatihan hanya ditujukan kepada pesilat olahraga prestasi saja, tentunya pencak silat harus dipandang luas sebagai olahraga, seni dan juga budaya.

Salah satu yang masih kurang terlihat adalah mengadakan kegiatan pelatihan kepada pesilat disegala aspek yang dikandung pencak silat, tujuannya adalah agar pesilat dapat memahami olahraga ini dalam berbagai sudut pandang.

Untuk meningkatan mutu pesilat dan juga tenaga pelatih diberikan berbagai pelatihan, peningkatan kualitas wawasan, serta pengadaan fasilitas lainnya. Selain itu dibutuhkan pula buku-buku dan referensi – referensi agar wawasan pesilat usia muda semakin bertambah.

Sementara itu indicator menunjukkan bahwa mutu pesilat masih belum meningkat secara sifnifikan, karena upaya pembibitan dikalangan remaja dan siswa sekolahpun saat ini menemui berbagai hambatan.

Rendahnya minat siswa untuk mengikuti kegiatan ini perlu juga dicari akar permasalahannya, namun yang tak disadari barangkali bahwa rendahnya minat siswa untuk mengikuti kegiatan pencak silat merupakan hasil dari suatu proses pemahaman yang tidak pas dan telah berlangsung cukup lama sehingga berangsur-angsur pemahaman yang kurang pas tersebut menjadi proses pembenaran yang nyata.

Disadari atau tidak kemerosotan mutu dan pembibitan pada siswa disekolah disebabkan pula pada kemerosotan mutu Perguruan silat dan wadah yang menampung aspirasi dalam mensosialisasikan kepada siswa sekolah dan masyarkat secara umum.

Fenomena yang muncul selama ini menunjukkan upaya peningkatan mutu selama ini dilakukan belumlah mampu memecahkan masalah yang mendasar, oleh sebab itu diperlukan langkan-langkah mendasar, konsisten, dan sistematis, serta secara berlahan mengangkat kembali pencak silat sebagai seni beladiri yang utuh bermartabat tinggi.

Diperlukan kesadaran bersama bahwa meningkatkan mutu pencak silat merupakan komitment untuk meningkatkan sumber daya manusia, baik sebagai pribadi, maupun sebagai modal dasar pengembangan wawasan yang luas kepada masyarakat dan pesilat itu sendiri. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan prinsip dasar yaitu sebagai upaya untuk memanusiakan manusia atau humanisasi (yanweka).

April 1, 2006

Teknologi dan Pencak Silat

Filed under: Sketsa

Dunia menjadi semakin semarak dengan semakin berkembangnya dunia Teknologi, segala sendi kehidupan seolah dimanjakan dengan aneka produk hasil pengembangan teknologi yang semakin hari semakin berkembang.

Manfaat ini cukup bisa dirasakan oleh semua orang, sebagai contohnya HP atau telpon Seluler, sampai-sampai dari tukang bakso hingga petani memilikinya karena memang jangkaun HP semakin hari samakin luas.

Bagaimana dengan teknologi lainnya, misalnya Internet yangjauh sebelumnya sudah merebak dan pernah booming ditahun millennium yang lalu?

Internet memang masih sangat terbatas pada masyarakat menengah ke atas, karena perkembangan teknologi ini pun sebenarnya juga telalu cepat, hingga banyak orang yang mengeluh bahwa dunia computer sulit sekali di kejar, baru belajar satu tumbuh seribu, jadi semakin pusing dan sedikit membuat malas.

Lalu apa hubungnnya teknologi dengan silat? Yaaa.., tentu saja ada dong, coba kalau anda pernah ingat-ingat sekitar tahun 1995an, Internet sudah bisa saya nikmati, dan coba lihat juga berapa banyak situs Pencak Silat yang ada? Cukup banyak juga loh, mungkin lebih semarak pada masa itu kira-kira tahun 1994-1998an.

Walaupun bukan dibuat oleh Pesilat Indonesia, setidak-tidaknya bisa mewakili pencak silat di Internet bahwa silat juga sudah go International, dengan bukti banyaknya situs yang ada di Internet.

Belanda adalah salah satu pemilik situs-situs silat tersebut, ragam perguruan di publikasikan olehnya sebagai sarana promosi atau hanya sekedar memperkenalkan silat yang mereka pelajari dari Indonesia. Memang umumnya silat berasal dari Indonesia, walaupun Malaysia juga memiliki aliran – aliran yang sedikit sama.

Situs-situs pencak silat dewasa ini tetap masih banyak ditemui sebagian masih aktif sebagian lagi sudah tidak pernah di update sama sekali, hingga beritanya sedikit “basi”.

Bagaimana denga Indonesia, tentunya teknologi ini sudah tidak asing lagi saat ini, banyak perguruan silat di Indonesia yang memiliki situs bagi organisasinya, contohnya merpati putih, setia hati, Perisai diri, dan masih banyak lainnya.

Situs-situs tersebut memang lebih memfokuskan pada semangat perguruannya masing-masing, walaupun demikian secara umum situs-situs tidak mengkhususkan pada pangunjung dari perguruannya semata namun juga bagi masyarakat umumnya.

Ditengah semaraknya situs yang mengatasnamakan perguruan juga terdapat situs yang kelihatannya lebih umum, coba kunjungi situs yang berorientasi nasional ini melalui alamatnya di www.silatindonesia.com.

Situs ini memiliki misi dan visi sebagai sebagai situs pencak silat, beragam informasi terus di upayakan terkumpul dari bermacam-macam sumber dan koresponden yang mau bekerjasama dengan situs tersebut.

Tujuan situs silatindonesia.com sesungguhnya cukup baik, dan seharusnya mendapatkan dukungan dari kalangan silat dari latarbelekang perguruan yang saat ini berkembang. Dan satu tantangan situs ini adalah bagaimana mengupayakan agar situs ini menjadi situs yang dapat mewakili seluruh perguruan yang ada. Tentunya jawabannya adalah kita bersama mendukungnya dengan apa yang bisa kita lakukan, jadi tidak ada istilah masa bodoh, atau cuek saja.

Sumber : :)

Kejurda Antar Perguruan Silat 2006

Filed under: Sketsa

Baru-baru ini kejuaraan Pencak Silat antar Perguruan sedikit berbeda dengan sebelumnya, dimana sebelumnya setiap atlit diwajibkan menggunakan pakaian hitam-hitan tanpa logo perguruan yang ada hanya satu logo yaitu logi IPSI.

Namun kali ini sedikit berbeda, IPSI sepertinya ingin mencari suasana baru dalam hal kejuaraan antar perguruan yang akhir-akhir ini hanya diikuti oleh perguruan yang itu-itu saja.

Memang banyak pertanyaan kemanakah perguruan pencak silat lainnya?, jangan-jangan ada kejuaraan antar perguruan yang diselenggarakan selain IPSI, karena bosan dengan aturan-aturan yang dibuat oleh IPSI yang katanya terlalu mengkembiri pencak silat itu sendiri.

Kembali kemasalah sebelumnya, bahwa IPSI ternyata memiliki kreatifitas yang bagus juga, sehingga memikat perguruan untuk sedikit berbangga dengan pakaian khasnya masing-masing, ada yang hitam-hitam, ada yang merah-merah, ada yang kuning-kuning, dan lain-lainnya.

Tentu kalau dibayangkan menjadi cukup semarak bukan??, Nanti dulu ada yang kelewat kreatif juga nampaknya IPSI hingga ada perguruan yang menggunakan seragam IPSI maksudnya adalah atlit-atlit IPSI ikut juga dalam kejuaraan ini, lalu mewakili perguruan manakah mereka, atau jangan-jangan IPSI memposisiskan dirinya sebagai perguruan? Apakah bukan langkah mundur atau langkah maju.

Menjadi tandatanya yang cukup besar juga bagi penonton dan juga sebagian besar peguruan yang ikut dalam ajang ini, sebab kalau kejuaraan ini bertujuan mencari bibit pesilat dari perguruan yang ikut dalan kejuaraan tersebut mengapa IPSI bersusah payah menurunkan atlit gemblengannya.

Mungkin saatnya tetap berfikir positif saja dahulu, karena toh kejuaraan ini juga diprakarsai oleh IPSI, jadi terserah IPSI sajalah, anggap saja kejuaraan antar peguruan ini merupakan ajang TRYOUT menguji kemampuan Pesilat Perguruan dengan Pesilat dari IPSI.

Yang terakhir lalu siapa yang menang? Yah tonton sajalah, anggap saja hiburan 

Yanweka

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main