Ayo berlatih di Padepokan Nasional Pencak Silat TMII Jakarta

Pencak Silat adalah salah satu Seni Beladiri yang tumbuh berkembang di Bumi Nusantara, pencak silat dapat ditemui di beberapa Negara asia tenggara khususnya dirumpun melayu, antara lain Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura dan negera-negara lainnya.
Di Indonesia Pencak Silat mendapatkan perhatian khusus oleh pemerintah khususnya pada massa Pemerintahan Ordebaru, karena begitu pentingnya pelestarian budaya yang memiliki potensi yang cukup besar dan memiliki nilai luhur yang dikandungnya. Di Indonesia Pencak Silat saat ini memiliki Fasiltas yang cukup lengkap, salah satunya adalah Padepokan Nasional Pencak Silat Indonesia ( PNPS) yang terletak di Timur Jakarta. Letaknya saat ini cukuplah strategis berada di kawasan TMII Jakarta.
Kondisi Padepokan saat ini bisa dibilang cukup bersih, lebar, luas, megah, dll. jadi tidak ada alasan bagi anda pesilat untuk mengatakan gedung tersebut tidak layak untuk sarana berlatih dalam meningkatkan prestasi, walaupun prestasi atlet silat indonesia menurun akhir-akhir ini
Padepokan yang berdiri di atas tanah seluas 5,5 ha. Tanah seluas 5,5 ha adalah sumbangan Almarhumah Ibu Negara Tien Soeharto dan beberapa perusahaan terkemuka di Indonesiapun ikut memberikan dukungannya. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ibu Tien Soeharto pada 27 November 1994 dan Beliaupun memonitor arsitektur kompleks bangunan yang mayoritas bernafaskan Jawa modern ini.
Para pendukung IPSI ini mengharapkan bahwa padepokan dapat menampung pesilat-pesilat dari mancanegara yang mau mendalami ilmu pencak silat.
Tujuan pembangunan padepokan ini adalah untuk mengangkat martabat seni bela diri nenek moyang kita di mata internasional, dan mengonsolidasi posisi Indonesia sebagai negara pelopor pencak silat. Pencak silat adalah milik bangsa Melayu namun kenyataannya pencak silat yang menyebar ke seluruh mancanegara, kebanyakan adalah aliran yang bersumber dari Indonesia.
Oleh karena itu Indonesialah tempatnya di mana khalayak peminat dapat mengetahui dan meneliti pencak silat sesuai aspek yang dipilihnya.
Bangunan sangat megah yang sudah diangan-angankan oleh para pendekar pencak silat kini menjadi kenyataan. Sebuah harapan bahwa dengan meningkatkan pemahaman mengenai pencak silat serta terus-menurus mencari masukan dan kajian baru, IPSI dapat menjawab masalah-masalah di atas, maupun persoalan-persoalan lainnya.
Sebagai organisasi berskala nasional, IPSI perlu melakukan perencanaan yang terpadu dan mengaktifkan kembali seluruh bagian organisasi dari pusat sampai daerah agar dapat mewakili beraneka ragam aliran yang dibinanya. Mewujudkan semua ini merupakan tantangan bagi para pencinta pencak silat di bawah bimbingan IPSI agar menyumbangkan kegiatan sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya
Seiring perjalanan waktu, pedepokan yangberdiri dengan megah belumlah dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat pencak silat maupun IPSI sebagai ujung tombak penggerak pencak silat di Tanah Air.
Gedung tersebut masih sepi oleh kegiatan yang bernuansa silat, jangan heran bila anda berkesempatan berkunjung ke Padepokan gedung ini kerap menjadi pilihan kegiatan atau acara non-silat seperti sepasang pengantin yang melangsungkan pernikahan disana, atau kerap kali gedung ini juga menjadi ajang berkumpulnya sebuah partai politik.
Maklumlah gedung ini memang memiliki fasiltas yang luar biasa lengkap , selain Stadion utama yang dapat menampung ratusan pengunjung, ditambah beberapa ruang yang cukup luas. Sarana parkir tidak perlu diragukan karena luasnya lahan dari gedung ini. Bila butuh penginapan juga disedikan fasiltas yang cukup memadai, oleh sebab itu padepokan menjadi tempat yang layak bagi organisasi non-silat untuk memanfaatkan gedung ini, hitung-hitung memberikan kesempatan kepada masyarakat melihat dan mengenai Padepokan silat Indonesia.
Tentunya tidak salah dalam memanfaatkan gedung ini untuk kegiatan diluar pencak silat, karena untuk merawat gedung ini diperlukan dana yang tidak sedikit, ditambah untuk membayar gaji karyawan pengelola gedung.
Namun memang tidak dipungkiri kalangan pesilatpun masih enggan memanfaatkan sarana miliknya ini seperti dirumahnya sendiri, entah birokrasinya yang sulit atau memang pesilat belum mengetahui bahwa gedung inipun bisa digunakan untuk latihan bagi perguruan yang ada di Jabotabek.
Setiap Hari minggu pagi hingga sore, anda dapat menemui beberapa pesilat dari perguruan di sekitar jakarta yang secara rutin berlatih disana, namun ada juga pesilat yang datang dari jauh sengaja ingin melihat padepokan ini secara dekat. Walaupun sampai disana hanya bisa melihat-lihat saja.
Sebenarnya masalah ini sudah dirasakan oleh masyarakat silat di Indonesia, karena seharunya dengan fasilitas yang lengkap prestasi pesilat seharusnya ikut meningkat, peningkatan prestasi juga akan meningkatkan semangat perguruan – perguruan untuk mensupport pesilatnya lebih berprestasi diajang nasional maupun dunia.
Pembinaan yang dilakukan oleh IPSI seharusnya lebih terkonsentrasi dengan adanya fasiltas ini, karena tidak perlu menyewa semua sudah tersedia, Pedepokan juga dapat dimanfaatkan menjadi sarana pembinaan bagi perguruan-perguruan yang menjadi tanggung jawab IPSI, dimana secara moril IPSI ikut mengembangkan perguruan pencak silat yang ada menjadi perguruan yang dapat berperan dalam pembinaan silat sebagai pencetak Sumber daya Atlit yang memiliki prestasi baik bidang olahraga, seni maupun pencak silat secara umumnya.
Pembinaan yang dilakukan IPSI memang tidak begitu dirasakan oleh perguruan – perguruan silat, dikarenakan masih banyak kendala ditubuh IPSI sendiri, dimana IPSI masih terkonsentrasi pengembangan atlit olahraga prestasi dibandingkan mencari atau menggali potensi pencak silat itu sendiri. Potensi yang terdapat pada pencak silat tidak hanya pada kalah atau menang sang pesilat, namun secara global bahwa Pencak Silat menyimpan potensi yang luar biasa untuk dikembangkan sebagai olahraga dan juga sebagai seni budaya.
Selain itu perlunya IPSI mengundang perguruan-perguruan yang aktif maupun yang tidak aktif untuk bersama-sama mendiskusikan kegiatan dan visinya masing-masing dalam upaya menjalin kerjasama antara IPSI dan perguruan yang ada.
Dengan melakukan pertemuan secara rutin baik Pengurus IPSI Pusat dan Daerah bersama-sama perguruan yang ada maka banyak masalah yang terpendam selama ini akan tergali dalam semangat memajukkan pencak silat secara umum. Tidak hanya Perguruan yang diuntungkan bila senergi ini bisa terbentuk juga IPSI akan merasakan bagaimana melesatnya SDM Pesilat yang memiliki kwalitas lebih baik hasil gemblengan dan pembinaan IPSI bersama perguruan pencak silat yang ada.
Maka mulailah saat ini ada ajakan kepada seluruh pesilat “ayo berlatih bersama di Padepokan Nasional Pencak Silat” bersama membangun pencak silat dalam mempererat tali persaudaraan yang berbudi luhur seperti apa yang sering didengung-dengungkan oleh kita “bangsa Indonesia”, siapa lagi…, kalau bukan kita yang dapat menghargai Budaya ini.
Catatan : Perlu kejelian dalam mengelola pencak silat di Indonesia, setiap perguruan memiliki karakter yang berbeda, dibutuhkan kecerdasan dalam memberikan inspirasi yang positif. sehingga tidak perlu saling menuding kesalahan, kesalahan yang paling berat adalah “tidak ada kejelian dalam memanfaatkan fasiltas dan sumber daya yang ada” untuk di olah dan di asah menjadi berlian yang berkilau.
Yanweka
